Top News: Level Akun Driver Ojol, Jakarta Dikepung PLTU

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Pengemudi ojek online menunggu calon penumpang di kawasan Blora, Jakarta, Jumat (9/9/2022).
16/8/2023, 05.50 WIB

Perusahaan aplikator ojek online atau ojol, mulai menerapkan level akun kepada mitra pengemudi atau driver ojol. Level tersebut ternyata memiliki pengaruh terhadap jumlah pesanan yang akan mereka terima.

Katadata.co.id mencoba mencari tahu bagaimana skema level akun mitra pengemudi ojol tersebut kepada empat perusahaan aplikator ojol, dari Gojek, Grab, Maxim, hingga inDrive. Kemudian, melihat perbedaan strategi pada masing-masing perusahaan.

Informasi mengenai level akun pada perusahaan aplikator ojol menjadi artikel terpopuler atau Top News Katadata.co.id pada Selasa (15/8). Selain itu, simak juga bagaimana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merevisi target EBITDA, serta wacana Presiden Jokowi untuk mengatasi polusi di Jakarta.

Berikut Top News Katadata.co.id:

1. Faktor Berpengaruh ke Order Ojol Gojek, Grab, Maxim, inDrive

Beberapa aplikator ojol menerapkan level akun dan berpengaruh terhadap order. Bagaimana skema level akun mitra pengemudi ojek online di Gojek, Grab, Maxim, inDrive serta pengaruhnya?

Gojek Mitra pengemudi Gojek yang enggan disebutkan namanya, 42 tahun, menjelaskan terdapat empat akun level driver ojol, yakni basic, silver, gold, dan platinum. Perbedaan level berpengaruh terhadap jumlah order.

Sementara mitra pengemudi Grab yang enggan disebutkan namanya, 26 tahun, memerinci level akun yaitu anggota, pejuang, ksatria, dan jawara. Sistem ini berlaku sejak awal 2023.

Kemudian untuk inDrive, pengemudi ojol bernama Irwan, 42 tahun, mengatakan bahwa perusahaan tidak menerapkan sistem level seperti Grab dan Gojek. Namun peringkat pengemudi dapat mempengaruhi jumlah order yang diperoleh.

Mitra pengemudi ojol Maxim yang tidak disebutkan namanya, 43 tahun, mengatakan bahwa perusahaan tidak menerapkan sistem level, melainkan peringkat.

Ketahui lebih banyak mengenai level akun mitra ojol yang menjadi faktor berpengaruh ke order ojol.

2. GOTO Revisi Target Baru EBITDA Disesuaikan Tahun Ini

Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menetapkan pedoman baru mengenai target EBITDA yang disesuaikan sepanjang tahun 2023 di kisaran minus Rp 3,8 triliun sampai Rp 4,5 triliun. Nilai ini direvisi dari target sebelumnya minus sebesar Rp 4,6 triliun sampai dengan Rp 5,3 triliun.

Sedangkan, untuk target EBITDA yang diesuaikan khusus di kuartal keempat saja tetap berdasarkan proyeksi awal yakni mulai positif. EBITDA merupakan perolehan laba perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Sebelumnya, GOTO menggunakan marjin kontribusi sebagai pendekatan dalam memahami kinerja.

Dalam pertimbangannya, Direktur Keuangan Grup GoTo, Jacky Lo menuturkan revisi target EBITDA ini karena perusahan dalam enam kuartal berturut-turut terus mencatatkan kemajuan dari sisi metrik profitabilitas. Ini seiring dengan pengurangan insentif dan program pemasaran produk yang tidak produktif.

Simak penjelasan manajemen GOTO mengenai target baru EBITDA.

3. Rugi GOTO Turun 48% di Semester Pertama Jadi Rp 7,16 Triliun

Emiten teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), membukukan kerugian senilai Rp 7,16 triliun sampai dengan periode kuartal kedua tahun ini.

Kerugian tersebut tercatat mengalami penurunan 48% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 13,65 triliun.

Penurunan ini menyebabkan kerugian per saham dasarnya turun menjadi Rp 7 per saham dari tahun sebelumnya Rp 12 per unit.

Mengutip Bloomberg, perusahan gabungan Gojek dengan Tokopedia ini tercatat mengantongi kenaikan pendapatan dari sebelumnya Rp 3,4 triliun pada semester pertama 2022 menjadi Rp 6,88 triliun di enam bulan pertama tahun ini.

Merespons laporan kinerja tersebut, harga saham GOTO terpantau naik 5,49% ke level Rp 95 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 112,51 triliun.

Simak bagaimana kerugian GOTO turun 48% di semester pertama.

4. Lima Wacana Jokowi Atasi Polusi Jakarta, WFH hingga Sistem 4 In 1

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menggelar rapat terbatas untuk mengatasi polusi udara Jakarta. Sejumlah wacana kebijakan pun dibahas untuk mengatasi polusi udara tersebut.

"Karena polusi di DKI Jakarta menjadi perhatian kita semuanya, untuk menyelesaikan, untuk mencari solusi," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (14/8).

Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi bersama para menterinya merencanakan sejumlah upaya mengatasi polusi udara di Jakarta.

Terdapat lima wacana yang mencuat:
- Sistem Kerja Hybrid untuk ASN dan swasta
- Penerapan 4 in 1
- Razia uji emisi
- Perketata pengawasan polusi untuk industri
- Pajak polusi udara.

Simak penjelasan mengenai lima wacana Jokowi atasi polusi Jakarta.

5. Jakarta Dikepung PLTU, Benarkah WFH Bisa Perbaiki Kualitas Udara?

Kualitas udara di Jakarta saat ini menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Pemerintah menuding transportasi sebagai penyebab utama polusi di Ibu Kota dan mewacanakan pemberlakuan sistem kerja work from home atau WFH bagi aparatur sipil negara atau ASN dan swasta hingga rekayasa cuaca sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas udara.

Menurut Presiden Joko Widodo, kebijakan hybrid working perlu dilakukan di DKI Jakarta sebagai strategi jangka pendek untuk mengurangi polusi udara. "Kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, yakni gabungan antara work from office dan work from home," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (18/4).

Untuk itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berencana membatasi jumlah pekerja yang datang ke Ibu Kota dalam waktu dekat. Menurut Heru, pembatasan pekerja tersebut akan dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Jakarta, khususnya di bawah pemerintah daerah. Dia berencana mengurangi pekerja pemerintah daerah yang datang ke kantor hingga 60%.

Ketahui lebih banyak mengenai Jakarta dikepung PLTU.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.