Jokowi Angkat Isu Industri Halal hingga Konflik Gaza di KTT ASEAN-GCC

Antara
Presiden Joko Widodo saat KTT ASEAN - GCC di Riyadh, Jumat (20/10). Foto: Antara.
20/10/2023, 16.58 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan Gufl Cooperation Council (GCC) atau negara-negara Teluk Arab. Dalam KTT, Jokowi mengajak ASEAN dan GCC memaksimalkan potensi ekonomi.

Potensi tersebut bisa digali dengan investasi, perdagangan, pembangunan industri, sertifikasi halal, dan pengembangan wisata halal. Jokowi juga mendorong negara ASEAN dan negara teluk untuk mempererat kerja sama ketahanan pangan dan energi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti upaya perlindungan pekerja migran di tengah situasi global yang tak menentu. "Saya mohon dukungan negara GCC," kata Jokowi saat di forum ASEAN-GCC Summit Proper di Riyadh lewat siaran Youtube pada Jumat (20/10).

Pada forum global itu Jokowi juga mendorong penghentikan tindakan kekerasan yang di Jalur Gaza yang kian meningkat. Dia mendorong para pimpinan maupun delegasi negara ASEAN - GCC untuk menyerukan perdamaian yang adil antara Israel dan Palestina.

"Kita tidak boleh lupa akar masalahnya adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel, ini harus diselesaikan." katanya.

Presiden Joko Widodo dan Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (19/10). Foto: Antara. (Antara)

Sebelumnya, Jokowi telah bertemu Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman atau MBS di Istana Al-Yamamah, Riyadh pada Kamis (19/10). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Pangeran MBS menyepakati empat perjanjian kerja sama, salah satunya olahraga.

Kontak pertama antara ASEAN dan GCC terjadi pada 1990. Pada saat itu, GCC menyatakan tertarik ingin membentuk hubungan formal dengan ASEAN. Kedua blok tersebut kemudian menggelar pertemuan tingkat menteri pertamanya pada tahun 2009.

Masing-masing negara GCC juga sudah menandatangani traktat Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Dalam perjanjian itu, negara-negara penandatangan berjanji untuk menjaga kedamaian di Asia Tenggara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu