Kementan Dapat Tambahan Anggaran Rp5,8 T di Pengujung 2023, Untuk Apa?

ANTARA FOTO/Muhammad Mada/hp.
Ilustrai. Kementerian Pertanian mendapatkan tambahan anggaran mencapai Rp 5,8 triliun dalam APBN 2023. Salah satunya untuk membeli alat pertanian.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
13/11/2023, 16.43 WIB

Kementerian Pertanian mendapatkan tambahan anggaran mencapai Rp 5,8 triliun pada tahun ini. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaah alat dan mesin pertanian atau alshintan hingga pengadaan benih untuk meningkatkan produksi beras. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan, tambahan anggaran akan digunakan pengadaan alsintan. Kementerian Pertanian  akan meneken kontrak senilai Rp 1,5 triliun untuk pengadaan alat dan mesin pertanian atau Alsintan pada akhir 2023.

"Pengadaan alsintan akhir tahun ini. Eggak ada hubungannya dengan pengadaan yang lama. Kami prosesnya bukan tender. Kalau pengadaan dari ABT biasanya dari e-katalog," kata Ali kepada Katadata.co.id, Senin (13/11).

Pemerintah akan membeli 58.050 unit Alsintan senilai Rp 1,56 triliun. Jenis Alsintan terbanyak adalah hand sprayer sejumlah 50.000 unit senilai Rp 60 miliar, sedangkan jenis alsintan termahal adalah 300 unit excavator standard senilai Rp 705 miliar.

Ali mengatakan, seluruh alsintan tersebut akan disebarkan melalui program Brigade Alsintan di setiap dinas pertanian pemerintah daerah. Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan penggunaan setiap kelompok tani di daerah tersebut.

Ia melaporkan, data penerima seluruh Alsintan tersebut telah dikumpulkan selama dua hari terakhir. Dengan demikian, Ali menargetkan distribusi alsintan tersebut akan rampung pada Januari 2024.

"Bahkan kami berharap akhir Desember 2023 dapat selesai distribusinya. Kalau anggaran tambahannya cepat disetujui, cepat cair, kami akan cepat melakukan pengadaan dan distribusi Alsintan," ujarnya.

Plt Sekretaris Jenderal Kementan Prihasto mengatakan, pihaknya juga akan melakukan kontrak pengadaan benih senilai Rp 1,5 triliun pada akhir 2023. Selain itu, anggaran tambahan tersebut akan ditujukan untuk penambahan anggaran penyuluh di daerah.

Prihasto memaparkan, pemerintah akan melakukan pengadaan benih jagung hibrida untuk kebutuhan 1 juta hektare dan benih padi yang untuk program optimalisasi lahan seluas 150.000 hektare. Total anggaran yang dikucurkan untuk kedua jenis benih tersebut mencapai Rp 738,75 miliar.

Menurut dia, tambahan anggaran tersebut akan meningkatkan produksi beras 2024 sebanyak 1 juta ton. Hal tersebut penting untuk mencapai target produksi beras 32 juta ton mengingat masa tanam telah mundur lebih dari sebulan. Meski demikia, Prihasto menilai pasokan beras dalam negeri masih butuh bantuan impor. Hal tersebut disebabkan oleh potensi lonjakan konsumsi pada paru pertama 2024 akibat Pemilu dan Ramadan.

"Ada yang masuk beras impor karena cadangan beras kita tinggal sedikit," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief