Menlu Retno Temui UNHCR Bahas Nasib Pengungsi Rohingya

ANTARA FOTO/Media Center KTT AIS Forum 2023/Jessica Wuysang/nym.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bersama Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Jodi Mahardi (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di ruang media center Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023 di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/10/2023).
13/12/2023, 11.46 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu dengan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi. Keduanya membahas isu pengungsi Rohingya yang masuk ke Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung di Jenewa, Swiss pada Senin (11/12). Dalam persamuhanm Retno menyoroti tantangan Indonesia dengan kedatangan para pengungsi Rohingya.

"Terdapat dugaan kuat masalah penyelundupan dan perdagangan manusia," kata Retno pada Rabu (13/12) dikutip dari Antara.

Mendapatkan masukan, Grandi menjanjikan UNHCR menyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya dengan membantu memberikan bantuan untuk para pengungsi.

Imigran Rohingya menunggu relokasi (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nz.)

Selain itu, Retno juga meminta UNHCR mendesak negara penandatangan Konvensi Pengungsi untuk menerima para pengungsi. Sebagai informasi, Indonesia bukan negara yang menandatangani konvensi tersebut.

"Sehingga beban tidak bergeser ke negara lain seperti Indonesia," katanya.

UNHCR menyatakan sudah ada lebih dari 1.200 warga Rohingya yang mendarat di Indonesia sejak November 2023. Pekan lalu saja, ada 300 orang Rohingya tiba di Aceh.

Sedangkan Presiden Joko Widodo menyatakan adanya indikasi keterlibatan jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di balik kedatangan orang Rohingya.

"Pemerintah akan menindak tegas pelaku TPPO dan bantuan kemanusiaan," kata Jokowi dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (8/12).

Reporter: Antara