Anies dan Muhaimin Tinggalkan Markas Pemenangan, Menghadap Jusuf Kalla

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan (tengah) menyampaikan keterangan kepada wartawan di posko pemenangan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (14/2/2024).
Penulis: Amelia Yesidora
Editor: Yuliawati
14/2/2024, 18.22 WIB

Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meninggalkan markas pemenangan Timnas AMIN. Selain mereka, para pimpinan Timnas AMIN juga meninggalkan markas yang menjadi lokasi nonton bareng hasil perhitungan cepat atau quick count.

Anies keluar markas sekitar 16.45, menyusul Cak Imin yang terlebih dulu meninggalkan lokasi itu. Ia keluar dari pintu samping markas lalu masuk ke mobilnya Toyota Innova hitam.

Saat awak media menanyakan apakah kepergiannya terkait dengan hasil hitung cepat, Anies menepis. Menurutnya, perhitungan cepat belum tentu merepresentasikan hasil suara sebenarnya.

“Kasih waktu KPU bekerja, jangan tergiring segala cepat sekarang. Tunggu sampai KPU tuntas,” kata Anies di Markas Kemenangan AMIN, Jakarta, Rabu (14/2).

Beberapa hasil quick count lembaga survei menunjukkan pasangan calon nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul. Misalnya, berdasarkan hasil Litbang Kompas yang mengumpulkan data 80 persen, Prabowo-Gibran meraih 58,82 persen. Sedangkan Anies-Muhaimin mendapatkan 25.21 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 15,97 persen.

Co-Captain Timnas Amin Tom Lembong mengatakan proses penghitungan suara masih membutuhkan waktu panjang. Dia juga menyatakan para pendukung tak perlu terpengaruh hasil survei perhitungan cepat atau quick count.

"Engga usah terpengaruh dari hasil survei-survei quick count dan sebagainya," kata Tom Lembong.

Tom menyatakan saat ini perhitungan suara mulai bergulir dari Indonesia bagian timur ke bagian tengah dan kemudian ke bagian barat. "Jadi proses masih panjang," kata dia.

Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi, menyatakan timnya melakukan penghitungan internal dengan real count suara yang masuk sekitar dua persen. "Masih dilakukan penghitungan real count dan masih sangat awal yaitu dua persen suara yang masuk," kata Syaugi.

Reporter: Amelia Yesidora