Pertama Kali, Iran Gempur Israel Pakai Rudal Sejjil dengan Daya Jangkau 2.000 Km

REUTERS/Mohamad Torokman
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke Israel terlihat dari Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel, Senin malam (16/6).
19/6/2025, 19.50 WIB

Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) meluncurkan tiga rudal balistik Sejjil ke arah Israel pada Rabu malam (18/6). Ini merupakan pertama kalinya Iran menggunakan rudal Sejjil dalam serangan langsung terhadap Israel.

Informasi tersebut diumumkan IRGC melalui pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita pemerintah Iran, Tasnim News Agency, Jumat (19/6). Peluncuran ini merupakan bagian dari gelombang serangan ke-12 bertajuk "Operasi True Promise III", yang menyasar sejumlah target militer Israel.

IRGC dalam keterangannya memperingatkan warga Israel, terutama yang tinggal di wilayah pendudukan seperti Yerusalem Timur (al-Quds), untuk meninggalkan daerah tersebut.

“Rudal gemuruh dari Pasukan Dirgantara IRGC tidak akan membiarkan Anda keluar dari tempat perlindungan bawah tanah. Selama berhari-hari, Anda tidak melihat cahaya matahari,” tulis IRGC dalam pernyataan tersebut.

IRGC juga mengklaim telah menghancurkan sistem pertahanan udara Israel dalam operasi sebelumnya, sehingga peluncuran Sejjil kali ini diyakini sebagai eskalasi signifikan dalam konfrontasi antara kedua negara.

Spesifikasi Rudal Sejjil

Rudal Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah buatan Iran yang memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer yang melebihi rudal Emad (1.700 km) dan Shahab-3 (1.300 km). Rudal ini pertama kali diuji coba pada 2008 dan dikenal sebagai rudal terbesar dan tercepat dalam arsenal Iran.

Menggunakan bahan bakar padat, Sejjil memiliki keunggulan dibandingkan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab. Bahan bakar padat memungkinkan peluncuran lebih cepat dan pengoperasian lebih fleksibel karena tidak membutuhkan waktu lama untuk pengisian sebelum diluncurkan.

Reuters mencatat bahwa kecepatan peluncuran serta daya jangkau tinggi Sejjil menjadikannya salah satu ancaman utama bagi sistem pertahanan udara Israel. Rudal ini diluncurkan dari kendaraan mobile, sehingga dapat dengan mudah dipindahkan dan disembunyikan dari intelijen musuh.

Menurut data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), rudal Sejjil memiliki:

  • Panjang: 18 meter
  • Diameter: 1,25 meter
  • Berat total saat peluncuran: 23.600 kilogram
  • Kapasitas hulu ledak: hingga 700 kilogram high explosive (HE)

Riwayat Uji Coba

Uji coba perdana Sejjil dilakukan pada 2008 dengan jarak tempuh 800 km. Uji kedua berlangsung pada Mei 2009 untuk menyempurnakan sistem navigasi. Sejak itu, Iran melaporkan empat uji coba tambahan, dengan salah satu uji terjauh mencapai 1.900 km ke Samudra Hindia.

Setelah 2012, pengujian Sejjil sempat dihentikan. Rudal ini hanya dipamerkan dalam parade militer bersama rudal Shahab-3 dan Ghadr. Sejjil baru kembali terlihat saat digunakan dalam latihan militer Iran pada 15 Januari 2021.

Pengembangan rudal Sejjil diperkirakan dimulai pada akhir 1990-an, dengan dugaan dukungan teknologi dari Cina. Pengamat militer menyebut peluncuran Sejjil dalam konflik aktif menandai babak baru dalam kapasitas ofensif Iran terhadap Israel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu