Putin Jamin Diskusi Perdagangan Bebas Indonesia - Eurasia Segera Rampung
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan garansi penyelesaian segera proses perundingan Indonesia - Eurasian Economic Union Free Trade Agreements (I-EAEU FTA).
Keputusan final yang berlaku nantinya diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia, melalui perjanjian perdagangan bebas dengan negara anggota EAEU seperti Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgizstan.
"Harapan saya bahwa perjanjian ini akan ditandatangani dalam waktu dekat," kata Putin dalam pernyataan pers setelah pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, Saint Petersburg pada Kamis (19/6).
Putin memandang penyelesaian perundingan tersebut juga dapat mendatangkan dampak positif bagi negara anggota EAEU.
"Saya yakin bahwa kami akan mendapat peluang baru untuk kerja sama sesudah kami menandatangani perjanjian perdagangan bebas antara indonesia dan Uni Ekonomi Rusia," ujar Putin, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Proses perundingan Indonesia - EAEU Free Trade Agreement diluncurkan pada Desember 2022. EAEU sebagai blok dagang dengan jumlah penduduk lebih dari 180 juta jiwa merupakan mitra strategis bagi Indonesia.
Nilai perdagangan antara Indonesia dan EAEU mencapai US$ 4,09 miliar tahun lalu, meningkat hampir 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada kesempatan serupa, Presiden Prabowo Subianto menilai positif kemajuan proses perundingan Indonesia–EAEU Free Trade Agreement saat ini.
Prabowo menekankan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam sistem perdagangan bebas di kawasan EAEU.
"Saya juga menyambut, sangat gembira telah disepakati antara Indonesia dan Rusia dalam peranan kita dalam Eurasian Free Trade Area, Eurasian Economic Union," kata Prabowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan perundingan perjanjian dagang bebas dengan negara di wilayah Eurasia ditargetkan rampung tahun ini. Hal ini diharapkan menjadi peluang baru ekspor di tengah perang dagang.
Saat itu Airlangga menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan di Komisi Ekonomi Eurasia, Andrey Slepnev.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kemajuan perundingan Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), termasuk isu-isu strategis seperti peningkatan akses pasar bagi produk unggulan dari kedua belah pihak.
“Terwujudnya I-EAEU FTA akan memberikan sinyal positif bagi pasar ekonomi global,” kata Airlangga pada 25 Mei.