Prabowo soal Beras Oplosan Bikin Rugi Rp100 T: Kami Sita Penggilingan Brengsek

ANTARA FOTO/Andri Saputra/tom.
Pedagang memperlihatkan beras yang dijual di Pasar Barito Gamalama Ternate, Maluku Utara, Senin (21/7/2025).
21/7/2025, 15.05 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengecam tindakan pengoplosan beras medium yang dijual dengan harga beras premium menyebabkan kerugian ekonomi nasional sebesar Rp 100 triliun per tahun. Prabowo memerintahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera mengusut dan menindak praktik pengoplosan beras tersebut.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut praktik pengoplosan beras sebagai tindakan penipuan dan pidana karena menipu konsumen dengan harga tinggi untuk kualitas rendah.

“Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung mengusut dan menindak. Kalau mereka kembalikan Rp 100 triliun itu, oke. Kalau tidak, kami sita penggilingan-penggilingan padi yang brengsek itu,” kata Prabowo saat memberikan arahan Peluncuran Kelembagaan 80 ribu Koperasi Desa di Klaten, Jawa Tengah pada Senin (21/7).

Dia menjelaskan proyeksi kerugian ekonomi mencapai Rp 100 triliun dengan modus para pengusaha penggilingan padi mengemas beras biasa dengan memberi label beras premium. Ia mendapat laporan praktik beras kualitas biasa dijual selisih Rp 5.000 di atas harga eceran tertinggi (HET).

Prabowo menekankan komoditas beras dan penggilingan padi adalah cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak. Ia pun merujuk Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai dasar hukum untuk menertibkan sejumlah pengusaha penggilingan padi yang terindikasi merugikan rakyat. “Saya dapat laporan satu penggiling padi untung setiap panen Rp 1-2 triliun per bulan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas hilangnya potensi pendapatan negara akibat praktik penjualan beras oplosan. Sedangkan di saat yang sama pemerintah berjuang keras meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan bea cukai.

“Menteri Keuangan kita setengah mati cari uang lewat pajak, bea cukai, dan sebagainya. Ini Rp 100 triliun kita rugi setiap tahun dinikmati oleh hanya 4-5 kelompok usaha,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu