Di Balik Kematian Diplomat ADP: Polisi Cari Ponsel, Terakhir Terlacak di Mall GI
Polda Metro Jaya mengakui belum menemukan ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP, yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi muka terlilit lakban di kamar kosnya. Keberadaan ponsel tersebut diperlukan untuk mengungkap perkara.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan, hingga kini petugas belum dapat menemukan ponsel milik ADP yang biasa digunakan untuk sehari-hari. Ponsel itu diketahui bermerk Samsung Ultra.
"Kami sampaikan bahwa handphone tersebut belum ditemukan," kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (29/7).
Menurut Wira, ponsel tersebut terakhir terdeteksi keberadaannya di mal Grand Indonesia (GI) Jakarta Pusat. Kondisi ponsel yang mati menurutnya mempersulit petugas untuk menemukan posisi terkini.
"Perlu kami sampaikan bahwa HP ini terakhir off berada di Grand Indonesia. Ya namanya hp off ya, kita juga susah untuk melacaknya," kata Wira.
ADP tercatat sempat mengunjungi GI pada Senin (7/7), atau sehari sebelum ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya. Setelah dari GI, ADP hendak pergi ke bandara, namun, ia berbalik ke arah Gedung Kemenlu setelah 300 meter berjalan dari GI.
"Jadi enggak sampai, paling baru berjalan sekitar 200-300 meter langsung balik arah menuju ke arah Kemenlu," kata Wira.
ADP pun masuk ke Gedung Kemenlu pada Senin (7/7) malam, dengan membawa dua buah tas. Namun, tas itu tak dibawanya kembali saat keluar dari lokasi sekitar 1 jam 26 menit kemudian. ADP pun kembali ke kosnya, dan kemudian tewas keesokan harinya.
Kematian ADP kini menjadi sorotan publik lantaran dinilai penuh kejanggalan. Namun, kesimpulan sementara dari kepolisian menyebutkan diplomat muda itu meninggal karena bunuh diri.