Pemerintah sedang menjajaki pembelian tanah di Mekkah, Arab Saudi, untuk membangun kompleks pemondokan atau kampung khusus jamaah haji Indonesia. Indonesia kini tengah menyusun rencana infrastruktur dan desain kampung haji untuk diserahkan kepada Pemerintah Arab Saudi paling lambat Oktober tahun ini.

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengatakan ada delapan bidang tanah yang ditawarkan oleh pihak Arab Saudi ke Pemerintah Indonesia. Lokasi delapan bidang tanah itu tersebar di berbagai lokasi dengan jarak sekitar 2 kilo meter (KM) dari Majidil Haram.

“Beberapa bidang sudah ditawarkan, ada yang sangat dekat dengan Mekkah, nempel. Ada juga yang jaraknya 1-2 KM,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (30/7).

Rosan mengatakan Pemerintah Arab Saudi bersedia untuk mengubah aturan tentang kepemilikan tanah di Mekkah oleh pihak asing. Menteri Investasi dan Hilirisasi itu mengatakan kini pemerintah Indonesia bisa membeli tanah di Mekkah dengan status hak milik penuh atau freehold. Menurut Rosan, perubahan hukum ini akan mulai berlaku efektif pada bulan Januari 2026.

“Mereka akan proses mengubah undang-undangnya. Undang-undang yang sudah mulai diubah akan berlaku efektif bulan Januari,” ujar Rosan.

Rosan menambahkan, implementasi pembelian delapan bidang tanah dengan luas beragam 16 sampai 80 hektare (ha) itu akan dipimpin oleh Danantara. Meski begitu, ia belum mau merinci jumlah modal yang dibutuhkan untuk pembelian tanah di Mekkah. Rosan hanya menekankan bahwa Indonesia akan menjadi pembeli tunggal atau private bidder untuk sejumlah bidang tanah tersebut.

“Tanahnya ini ada yang flat, ada yang berbukit, dan masih ada beberapa penduduknya juga. Untuk itu akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi,” kata Rosan.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan pembangunan perkampungan haji dan umrah menjadi langkah strategis mengingat besarnya jumlah jemaah Indonesia yang beribadah ke Tanah Suci setiap tahunnya. Saat ini, kurang lebih terdapat 1,5 juta warga Indonesia yang menjalani umrah dan lebih dari 220 ribu orang menunaikan ibadah haji setiap tahunnya.

Nasaruddin mengatakan, kawasan 'Kampung Indonesia' bakal menjadi fasilitas atau tempat tinggal khusus yang dapat menekan biaya para jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Pembangunan Kampung Indonesia di Arab Saudi merupakan strategi alternatif untuk meningkatkan efisiensi biaya haji dan umrah.

Sembari menunggu proyek pembangunan Kampung Indonesia di Arab Saudi rampung, pemerintah berupaya untuk menyewa hotel jangka panjang dengan durasi kontrak tiga hingga empat tahun. Hal ini merupakan solusi sementara hingga kampung haji selesai dibangun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu