JakCare: Pertolongan Pertama Kesehatan Mental Warga Jakarta

Katadata/Sahistya Dhanesworo
Tampilan layanan JakCare pada aplikasi JAKI.
4/11/2025, 09.53 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan meluncurkan JakCare, layanan konsultasi kesehatan mental berbasis daring untuk warga DKI Jakarta. Layanan JakCare memberikan akses konsultasi psikologis melalui saluran telepon kepada masyarakat secara gratis, aman, dan 24 jam. Masyarakat dapat mengakses layanan JakCare melalui aplikasi JAKI atau hotline 0800-1500-119.

Bagi Aura (26), layanan ini menjadi jalan keluar di tengah kesibukan dan tekanan pekerjaan. Warga Meruya, Jakarta Barat, ini menyatakan bahwa JakCare sangat membantu lantaran memungkinkan orang-orang mengakses layanan kesehatan mental dengan lebih mudah dan murah.

“Ini (layanan JakCare) menurut saya menarik dan sangat membantu orang yang kesepian. Cuma dengan modal handphone, seenggaknya saya dapat stress relief dari permasalahan yang saya hadapi,” tutur Aura kepada Katadata, Kamis (30/10).

Ia juga membagikan pengalaman positifnya berkonsultasi dengan psikolog dari JakCare. Kebetulan, psikolog yang menanganinya merupakan perempuan sehingga ia merasa lebih nyaman.

“Waktu itu psikolog yang terhubung sama saya kebetulan sama-sama perempuan. Jadi dia bisa memahami masalah saya, terus juga bisa mengarahkan obrolan (konsultasi) sehingga lebih cepat ketemu inti permasalahannya,” ujar Aura lagi.

Pengalaman positif juga dirasakan oleh Shinji (26), warga Pesanggrahan. Ia sempat menggunakan layanan JakCare untuk mencari solusi dari diagnosa kondisi mental yang sempat ia periksakan sebelumnya.

Alhamdulillah (psikolog) ramah, tutur katanya lemah lembut, dan penjelasan yang diberikan itu lebih banyak yang masuk akal dengan tidak menggunakan banyak istilah medis,” kata sosok yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini.

Ke depannya, ia berharap Pemprov DKI menambah tenaga ahli untuk layanan JakCare. Terutama dari jumlah psikolognya agar masyarakat yang membutuhkan layanan tidak menunggu cukup lama. Kualitasnya bisa seperti lembaga swasta yang menyediakan jasa konseling.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan program ini merupakan bagian dari respons jangka panjang terhadap kesehatan mental warga Jakarta sebagai kota global.

“JakCare hadir sebagai teman bicara yang dapat diakses kapan dan di mana saja. Masyarakat bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog klinis dari perangkat digital mereka, tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan dan tanpa biaya,” ujar Ani dalam pernyataanya.

Hingga kini Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat ada 32 dari 44 puskesmas di Jakarta telah memiliki tenaga psikolog. Selain itu, tersedia layanan kesehatan jiwa di 31 rumah sakit umum daerah (RSUD).

Psikolog: JakCare Pertolongan Pertama Kesehatan Mental

Salah satu psikolog yang tergabung dalam layanan JakCare, Putri Rahayu S.Psi., M.Psi., Psikolog, CHt, mengatakan kehadiran JakCare menjadi solusi bagi warga DKI yang kesulitan mengakses layanan kesehatan mental.

“Jakarta itu kan macet, terus ada beberapa layanan yang hanya tersedia di jam kerja atau office hour. Di rumah sakit pun kalau mau ke poli jiwa nggak standby 24 jam. Nah, layanan JakCare ini 24 jam. Jadi, mau diakses jam berapapun oleh warga, pasti ada psikolog yang berjaga,” terangnya dalam wawancara dengan Katadata, Minggu (2/11).

Ia menambahkan, layanan JakCare juga dapat menjadi langkah awal bagi mereka yang belum pernah atau masih ragu untuk berkonsultasi secara tatap muka.

“Misalnya, orang sudah mau ke psikolog tapi takut asumsi orang, atau mungkin dia sudah ingin ke psikolog tapi belum tau aksesnya, atau rules-nya. Itulah kenapa layanan JakCare ini (penting) dikembangkan,” imbuhnya.

Putri menambahkan, konsultasi awal biasanya berfokus pada asesmen kondisi psikologis pasien selama 45-60 menit via JakCare. Jika pasien dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan diarahkan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit.

“Ini (layanan JakCare) lebih ke pertolongan pertama untuk deteksi dini pasien. Nanti di tahapan awal itu kan ada screening, kemudian di-triase (dikelompokkan), ada kegawatdaruratan psikiatri, berisiko sedang, berisiko tinggi tapi tidak darurat atau yang sebenarnya sehat,” terang Putri.

Layanan JakCare juga menyediakan penjemputan pasien yang memerlukan perhatian khusus. Misalnya dengan kondisi yang mengancam seperti keinginan bunuh diri. Nantinya, psikolog akan bekerja sama dengan tim ambulance untuk menjemput pasien dan mengantarkan ke rumah sakit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.