BNPB Catat 72 orang Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Foto udara permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Teupin Peuraho, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh menyatakan sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh terdampak banjir dengan rincian 33.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak serta 20.759 jiwa mengungsi dan tiga orang meninggal dunia.
28/11/2025, 13.30 WIB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Jumat (28/11), ada 72 korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana cuaca ekstrem banjir dan longsong yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menguraikan ada enam korban jiwa meninggal di Aceh akibat peristiwa tersebut. Antara lain lima korban dari Kabupaten Mereh Meriah dan satu korban jiwa dari Provinsi Gayo Lues.

"Dan sembilan orang lainnya masih dinyatakan hilang," kata Muhari dalam keterangan pers pada Jumat (28/11).

Sedangkan korban meninggal di Sumut mencapai 57 jiwa dan 33 orang masih dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah 34 orang, Kabupaten Tapanuli Selatan 13 orang, Kabupaten Tapanuli Utara lima orang, Kabupaten Humbang Hasundutan empat orang dan Kabupaten Pakpak satu korban meninggal dunia.

Selanjutnya korban meninggal dunia di Sumbar sementara tercatat ada sembilan jiwa, dengan rincian empat korban di Kota Padang dan lima korban di Kabupaten Padang Pariaman.

"Data ini akan masih dinamis dan tim BNPB yang di lapangan yang mendampingi pemerintah daerah juga akan terus memvalidasi data ini karena situasi masih sangat dinamis," ujar Abdul Muhari.

Status darurat bencana hidrometeorologi di Aceh (ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.)

Jumlah Korban Bencana Alam

BNPB juga melaporkan data sementara korban terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Melansir catatan per Kamis, 27 November, ada 2.688 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Utara terdampak.

Selain itu terdapat 7.972 KK terdampak di Kabupaten Aceh Timur, 6.579 KK terdampak di Kabupaten Aceh Singkil, 956 KK terdampak di Kabupaten Bireuen, dan 183 KK terdampak di kabupaten Aceh Barat.

Laporan tersebut juga mencatat 10 kecamatan terdampak di Kabupaten Gayo Lues, dua kecamatan terdampak di Kota Sabang, empat kecamatan terdampak di Kota Subulussalam, dan 100 KK mengungsi dari Kota Lhokseumawe.

Situasi serupa juga terjadi di Sumut. Data sementara BNPB mencatat enam kecamatan terdampak di Kabupaten Pakpak Barat, empat kecamatan terdampak di Kabupaten Langkat, tujuh kecamatan terdampak masing-masing di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Bencana banjir dan longsor juga berdampak di 13 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, 11 kecamatan terdampak di Kabupaten Tapanuli Selatan, 18 kecamatan terdampak di Kabupaten Mandailing Natal, dan delapan kecamatan di Kota Sibolga.

Selain itu, banjir bandang dan cuaca ekstrem juga berdampak ke dua kecamatan di Kota Padang Sidempuan dan satu kecamatan di Kabupaten Nias Selatan

Bencana banjir dan cuaca ekstrem juga tercatat menyapu sejumlah kawasan di Sumbar. Satu diantaranya 10 kecamatan terdampak di Kabupaten Padang Pariaman dengan rincian 10.545 orang terdampak dan 2.698 mengungsi.

Kemudian ada empat kecamatan terdampak di Kota Padang dengan rincian 150 Jiwa dan 50 KK terdampak. Selain itu, ada lima kecamatan terdampak di Kabupaten Pesisir Selatan dengan rincian 6.365 orang terdampak dengan kerugian material 1.273 unit rumah rusak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu