Polri Bebaskan Warga Korban Bencana yang Ditangkap dalam Kerusuhan di Sibolga
Aparat Kepolisian membebaskan warga yang menjarah setelah peristiwa bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan saat ini aksi penjarahan sudah tidak lagi terjadi. Ia juga menyampaikan warga yang sebelumnya diamankan oleh aparat penegak hukum kini telah dibebaskan.
"Kami juga paham saat itu mereka hanya membutuhkan logistik makanan dan saat ini semua sudah dilepas," kata Listyo dalam konferensi pers di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (3/12). Lanud Halim merupakan Posko Terpadu TNI Penanggulangan Bencana Alam di Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Situasi penjarahan itu terjadi ketika warga berebut masuk ke Gudang Bulog Sarudik di Sibolga, Sumatera Utara. Mereka mengambil berkarung-karung beras dan minyak goreng. Aksi itu diduga dipicu keterlambatan distribusi logistik ke wilayah yang terisolasi akibat bencana. Polisi juga sempat mengamankan 16 orang yang terlibat dalam penjarahan di sejumlah minimarket di Kota Sibolga.
Pembelaan serupa juga sampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Ia mengatakan sebagian warga saat itu berada dalam kondisi gelisah karena kesulitan mendapatkan makanan.
Maruli menyampaikan pihak TNI telah bergerak ke sejumlah lokasi yang sebelumnya tidak dapat diakses akibat banjir bandang dan tanah longsor. Ia memastikan para aparat yang diterjunkan ke wilayah-wilayah tersebut kini tengah membantu mengatur sekaligus menenangkan warga yang terdampak.
"Memang mereka mungkin resah, tidak dapat makan. Tapi sekarang kami sudah diterjunkan ke daerah-daerah yang belum terakses, sehingga mereka bisa mengatur masyarakat di sana," kata Maruli dalam forum serupa.
TNI menggunakan metode fast dropping untuk mempercepat pengerahan personel ke wilayah terdampak. Melalui cara ini, helikopter dapat menurunkan anggota tanpa harus mendarat, sehingga mereka bisa segera bergerak membantu masyarakat begitu tiba di lokasi bencana.
Klarifikasi Bukan Penjarahan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, meluruskan kejadian kerumunan warga di Gudang Bulog Sibolga. Pratikno menekankan peristiwa itu bukan bagian dari aksi penjarahan. "Saya kebetulan menyaksikan sendiri saat ada keramaian di depan Gudang Bulog di Sibolga," ujarnya.
Menteri Sekretaris Negara 2014-2024 itu menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi saat pemerintah sedang membagikan beras kepada warga. Masyarakat terdampak bencana yang berkumpul diberi beras 5 kilogram (kg) per orang.
"Artinya yang sebenarnya terjadi saat itu di Sibolga adalah pemberian bantuan, kemudian bisa berjalan dengan baik dan awalnya memang berkerumun," ujar Pratikno.
Laporan sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 753 korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera. Rinciannya antara lain 220 jiwa di Aceh, 234 di Sumbar, dan 299 di Sumut.
Selanjutnya total masih ada 650 jiwa hilang dan 2.600 ribu luka-luka. Secara menyeluruh, bencana banjir dan longsor ini mengakibatkan 3,3 juta warga terdampak dari 49 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumut dan Sumbar.