Daftar Negara Terima dan Tolak Tawaran Trump Masuk Dewan Perdamaian Gaza
Sejumlah negara telah menyatakan sikap bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mayoritas negara yang menerima undangan Trump lebih banyak datang dari negara di Timur Tengah dengan mayoritas penduduk muslim.
Sementara itu, beberapa negara Eropa menolak undangan tersebut. Banyak negara lain juga belum menyampaikan jawaban atas undangan Trump.
Melansir pemberitaan Associated Press (AP) pada 21 Januari lalu, seorang pejabat Gedung Putih menyebut sekitar 30 negara yang akan bergabung menjadi anggota Board of Peace. Pejabat itu tidak merinci negara-negara tersebut. Ia juga menyatakan Gedung Putih telah mengundang sekitar 50 negara.
Board of Peace awalnya dirancang untuk mengawasi rekonstruksi Gaza, namun kini diperluas perannya menjadi lembaga yang menangani penyelesaian konflik global.
Dalam surat undangan tersebut, Trump menawarkan kesempatan bagi negara-negara untuk terlibat dalam upaya mendamaikan Timur Tengah, sekaligus memulai pendekatan baru dalam menyelesaikan konflik global.
Pemerintah Indonesia mengumumkan bersedia bergabung sebagai anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keterangan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui akun media sosial X @Kemlu_RI pada Kamis (22/1).
Keterangan itu menuliskan bahwa sikap Indonesia serupa dengan tujuh negara lainnya seperti Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sedangkan Norwegia dan Swedia menyatakan tidak akan menerima undangan bergabung. Mereka menyusul Prancis yang lebih dulu menolak tawaran tersebut.
Rekapitulasi daftar negara yang bergabung, tidak bergabung, dan yang belum memutuskan sebagai berikut:
Negara yang menyatakan bergabung
- Argentina
- Armenia
- Azerbaijan
- Bahrain
- Belarus
- Mesir
- Hungaria
- Indonesia
- Yordania
- Kazakhstan
- Kosovo
- Maroko
- Pakistan
- Qatar
- Arab Saudi
- Turki
- Uni Emirat Arab
- Uzbekistan
- Vietnam
Negara yang menyatakan tidak bergabung, setidaknya untuk sementara
- Prancis
- Norwegia
- Slovenia
- Swedia
Negara yang menerima undangan tetapi belum menyampaikan sikap
- Britania Raya
- Cina
- Kroasia
- Jerman
- Italia
- Komisi Eropa
- Paraguai
- Rusia
- Singapura
- Ukraina
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan Paris mendukung pelaksanaan rencana perdamaian yang diajukan Trump, tetapi menolak pembentukan organisasi sebagaimana dipaparkan karena dinilai berpotensi menggantikan peran PBB.
Menurutnya, Trump sebagai Ketua Dewan Perdamaian, bisa memilih sendiri hingga memveto keputusan yang diambil oleh anggota. “Ini sangat, sangat jauh dari Piagam PBB,” kata Barrot dalam pidato kepada para akademisi Prancis di Paris, Senin (19/1) dikutip dari Politico.

