Prabowo Respons Sentimen MBG Disebut untuk Kepentingan Modal Politik Pemilu 2029
Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan yang menyebut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang sebagai alat politik untuk kepentingan Pemilu 2029. Ia menyatakan penilaian politik sepenuhnya berada di tangan rakyat dan bukan ditentukan oleh satu program pemerintah.
"Ada yang menuduh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 terpilih kembali. Selalu berpikir negatif," kata Prabowo saat memberikan sambutan Hari Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan Jakarta pada Senin (5/1), malam.
Prabowo mengatakan hasil politik pada akhirnya bergantung pada kehendak pemilih dan izin Tuhan. "Kalau rakyat memilih saya tahun 2029 apa masalah saya? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menekankan bahwa distribusi paket bantuan pangan harian MBG tidak merujuk pada perhitungan politik elektoral atau hasil pemilu di daerah tertentu. Prabowo menyatakan pemerintah tetap menyalurkan MBG ke seluruh wilayah tanpa memandang dukungan politik yang ia terima pada Pemilu 2024.
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menekankan bahwa situasi kekalahan politik di daerah pada pemilihan presiden 2024 lalu tidak pernah menjadi alasan bagi pemerintah untuk menahan atau membatasi penyaluran program MBG.
"Apakah MBG nggak sampai Sumatera Barat karena aku kalah di Sumatera Barat berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Nggak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh," ujarnya.
Prabowo mengatakan program MBG telah menjangkau 55 juta warga penerima manfaat. Ia menyebut jumlah itu setara dengan lebih dari delapan kali populasi Singapura yang menerima bantuan pangan setiap hari. Program MBG pertama kali diluncurkan oleh pemerintah pada 6 Januari tahun lalu.
“Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari pemerintah beri makan 55 juta mulut, saudara-saudara,” kata Prabowo.
Meski begitu, Prabowo mengakui pelaksanaan MBG hingga kini belum sepenuhnya merata. Ia menceritakan pengalamannya saat berkeliling ke sejumlah daerah ketika sebagian warga lain kapan mereka bisa memperoleh program bantuan pangan harian.
“Setiap kali saya keliling daerah, saya sedih karena walaupun ada yang teriak 'Terima kasih, Pak MBG', saya maju lagi lima meter ada yang bilang 'Kapan Pak kami terima MBG?',” ujarnya.