Siswa MTs di Aceh Tamiang Bersama TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Prajurit TNI membersihkan lumpur di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin (29/12/2025). TNI mengerahkan 35.477 prajurit beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung evakuasi, distribusi logistik, pemulihan infrastruktur, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana banjir bandang serta tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
11/1/2026, 20.44 WIB

Para siswa Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTSS) Yaspendi yang berlokasi di Jalan Pekan Sungai Iyu, Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, bergotong royong bersama anggota TNI membersihkan ruang-ruang kelas yang terdampak banjir.

“Berdasarkan video yang beredar tampak para siswa tampak antusias membersihkan salah satu ruang kelas,” dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Minggu (11/1).

Mereka saling bergantian memindahkan buku-buku pelajaran yang basah dari rak yang telah lapuk akibat terendam banjir. Di saat yang sama, dua personel TNI terlihat mengeruk lumpur yang masih menutupi lantai kelas.

Anggota TNI lainnya menyiapkan gerobak dorong roda tiga untuk mengangkut sampah dan sisa material banjir agar segera dibuang. 

Para siswa secara sukarela turut membantu para prajurit membersihkan lingkungan sekolah demi mempercepat pemulihan dan agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan normal.

Banjir yang melanda Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, pada akhir November lalu mengakibatkan sejumlah fasilitas pendidikan terdampak. Beberapa sekolah terendam banjir dalam waktu cukup lama, sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terhenti.

Seiring dengan surutnya air, pembersihan sekolah dilakukan secara bertahap dengan melibatkan TNI, guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana.

Meski sebagian ruang kelas masih dalam proses pembersihan dan perbaikan, para siswa dan guru telah kembali ke sekolah sejak Senin (4/1) lalu, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bertahap.

“Gotong royong antara siswa dan TNI ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan sektor pendidikan di Aceh Tamiang, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat pascabencana,” bunyi kutipan pada keterangan yang sama.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.