Mensesneg Soal Isu Reshuffle: Presiden Rutin Evaluasi Kinerja Menteri

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
30/1/2026, 16.19 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subainto secara rutin melakukan penilaian terhadap kinerja para menteri dalam menjalankan program dan tugas pemerintahan.

Keterangan tersebut disampaikan dalam menanggapi isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang belakangan menguat. Prasetyo menyebukan, segala urusan yang berkiatan dengan komposisi kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

“Jika kemudian Bapak Presiden merasa perlu melakukan pergantian, ya itu sepenuhnya beliau yang tahu. Karena beliau yang sehari-hari memonitor seluruh kinerja dari para pembantunya di kabinet,” kata Prasetyo Hadi di Wisma Danantara Jakarta pada Jumat (30/1).

Ia mengatakan, belum ada anggota kabinet dari kalangan menteri maupun wakil menteri yang dinilai berkinerja tidak memuaskan hingga saat ini.  Prasetyo mengatakan, isu reshuffle yang beredar belakangan ini cenderung bersifat spekulatif.

“Sejauh ini belum. Makanya kalau ada isu, ya namanya isu atau gosip ya,” ujar Prasetyo Hadi.

Presiden lantik menteri dan wakil menteri (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar)

Narasi reshuffle kabinet mencuat setelah Thomas Djiwandono melepas jabatan Wakil Menteri Keuangan sembari ditetapkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Hingga kini pengisian jabatan Wakil Menteri Keuangan belum dilakukan karena proses penetapan Deputi Gubernur Bank Indonesia masih berjalan.

Nama lain yang beredar sebagai calon penghuni kabinet adalah Budi Djiwandono. Kabar adik Thomas Djiwandono itu masuk kabinet dilontarkan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Utut Adianto.

Dalam rapat Komisi I, Utut mengatakan ada kabar Budi Djiwandono akan memegang jabatan eksekutif. Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu tak menjelaskan posisi apa yang dimaksud.

"Katanya orang di sebelah kanan saya (Budi Djiwandono), dugaan saya sebentar lagi akan ada di eksekutif," kata Utut dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1).
 ,

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman