Prabowo Terima Undangan Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian Gaza 19 Februari
Presiden Prabowo Subianto menerima undangan untuk menghadiri pertemuan negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington D.C, Amerika Serikat (AS) pada 19 Februari mendatang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan Istana Kepresidenan telah menerima undangan tersebut. “Iya, ada (undangan),” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (9/2).
Meski begitu, Prasetyo Hadi belum dapat memastikan kehadiran Prabowo dalam pertemuan perdana BoP tersebut. “Sebelum diputuskan 'akan berangkat tanggal sekian', kan tidak mungkin saya bisa menyampaikan pasti berangkat tanggal berapa. Insyaallah berangkat lah,” ujarnya.
Prasetyo juga menyampaikan momentum keberangkatan presiden ke AS kali ini juga membuka peluang Prabowo menghadiri seremoni penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS). “Kami ingin bisa dua-duanya,” kata Prasetyo.
Politisi Partai Gerindra itu sebelumnya menyampaikan pemerintah menargetkan pengesahan perjanjian dagang kedua negara dapat disepakati pada pekan kedua Februari.
"Kemarin update terakhir dari Pak Menko Perekonomian, mungkin di minggu kedua bulan Februari," kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (28/1).
Ia menyebut mundurnya target pengesahan negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan AS cenderung dipicu oleh penyesuaian jadwal yang terjadi karena masih terdapat sejumlah. "Secara substansi, Insyaallah tidak ada masalah," ujar Prasetyo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, penyesuaian target penyelesaian negosiasi dagang semata-mata disebabkan oleh faktor penjadwalan.
Ia mengatakan tidak ada masalah lain di luar penyesuaian waktu dalam proses finalisasi kesepakatan tarif dagang tersebut. "Tidak ada masalah, hanya jadwal saja," kata Airlangga pada kesempatan serupa.
Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 itu menjelaskan, komoditas migas yang masuk dalam pembahasan negosiasi tarif dagang dengan AS meliputi minyak mentah, liquefied petroleum gas (LPG), serta produk hasil kilang atau refined products.
Airlangga menyebut seluruh pembahasan terkait impor energi itu telah selesai. "Energi sudah sering dibahas, sudah selesai," ujarnya pada kesempatan serupa.