Paspampres Respons Dugaan Penganiayaan Ojol di Jakarta Barat, Siapa Pelakunya?
Asisten Intelijen Komandan Paspampres (Asintel Danpaspampres), Kolonel Inf Mulyo Junaidi, menepis kabar yang menyebut ada anggotanya yang menjadi pelaku penganiayaan seorang driver ojek online (ojol) di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Menurut Junaidi pihaknya telah melakukan pengecekan terkait informasi yang beredar dan memeroleh informasi bahwa pelaku yang dimaksud bukan anggota Paspampres.
"Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres, tapi dia anggota Mabes TNI, Denma," kata Junaidi kepada wartawan pada Senin (9/2).
Ia menyampaikan kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Mabes TNI. Dari hasil klarifikasi diketahui terduga pelaku adalah Kapten Cpm A, anggota Denma Mabes. Adapun kepolisian sebelumnya membenarkan adanya penganiayaan terhadap pengemudi ojol yang terjadi di kawasan Jakarta Barat.
"Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, sebagaimana diberitakan oleh Antara pada Senin (9/2).
Dia menyebutkan peristiwa tersebut telah dilaporkan oleh korban pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari. "Penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung," ujar Budi.
Terkait dugaan pelaku penganiayaan yang merupakan seorang anggota Paspampres, Budi menyebutkan pihaknya masih mendalami hal tersebut. Dalam postingan itu, dia mengunggah foto-foto bukti penganiayaan, laporan polisi dan bukti aplikasi pemesanan.
Akun tersebut juga menuliskan kronologi kejadian penganiayaan itu terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 20.15 WIB, ketika pengemudi mendapatkan orderan ojek online dari seorang pelanggan berinisial N, dari Jalan Mawar, Srengseng, dengan tujuan Haji Lebar.
Setibanya di lokasi tujuan, ternyata penumpang salah titik tujuan. Pengemudi ojol itu pun mengonfirmasi kepada penumpang terkait arah dan tujuan sebenarnya, namun penumpang mengaku tidak tahu jalan menuju ke lokasi tujuannya karena dia hanya diminta untuk datang ke rumah pelaku.
Pengemudi ojol itu lalu meminta agar penumpang menghubungi pelaku untuk memastikan lokasi sebenarnya. Namun ketika penumpang memberi tahu bahwa dia sudah berada di Jalan Kecapi dan meminta arahan, pelaku malah berbicara dengan nada tinggi dan menghinanya dengan kata 'monyet'.
Kendati demikian, pengemudi ojol tetap mengantarkan penumpang ke rumah pelaku. Namun sesampainya di lokasi tujuan, terjadi cekcok hingga menimbulkan keributan, dan pengemudi ojol dianiaya sampai terluka. Akibat hal tersebut, pengemudi tersebut melapor ke Polsek Kembangan.