Prabowo Bentuk Satgas Pembiayaan Taman Nasional, Hashim Jadi Ketua
Presiden Prabowo Subianto menunjuk adiknya, Hashim Djojohadikusumo, menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Penunjukan itu nantinya mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) yang akan segera terbit.
Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, selepas menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (12/3). Menurut Raja Juli, pembentukan satgas itu bertujuan mendorong inovasi dalam pengelolaan taman nasional sekaligus membuka peluang pendanaan alternatif untuk konservasi.
“Satgas ini nanti akan diketuai oleh Pak Hashim Djojohadikusumo. Kemudian saya menjadi wakil beserta wakil yang lainnya adalah Bu Mari Elka Pangestu,” kata Raja Juli dalam konferensi pers setelah pertemuan.
Hashim sejauh ini telah mendapatkan sejumlah penugasan dari Prabowo, antara lain Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi serta Ketua Satgas Perumahan yang bertugas menjaring investor asing untuk berinvestasi dalam Program 3 Juta Rumah.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyampaikan kondisi pengelolaan taman nasional di Indonesia sejauh ini yang masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga minim potensi ekonomi.
Menurut Raja Juli, Indonesia memiliki 57 taman nasional yang selama ini pengelolaannya masih dilakukan secara sederhana dan terbatas. Hal ini menyebabkan sebagian besar taman nasional lebih banyak menimbulkan biaya daripada memberikan manfaat ekonomi.
“Sama sekali tidak menjadi profit center dalam pengertian bagaimana mendapatkan uang pendanaan dari ekowisata, dan uang itu dikembalikan untuk memperbaiki taman nasional kita,” ujarnya.
Keberadaan Satgas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional diharapkan dapat mengembangkan skema pembiayaan berkelanjutan bagi pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Strategi ini disebut dapat memperkuat pengelolaan taman nasional sekaligus meningkatkan kualitas konservasi.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan taman nasional di Indonesia dapat dikelola dengan standar yang lebih tinggi sehingga mampu bersaing sebagai destinasi konservasi dan ekowisata kelas dunia.
Selain menjaga kelestarian hutan, pengelolaan yang lebih baik juga diharapkan mampu menjamin perlindungan satwa liar yang menjadi kekayaan hayati Indonesia.
Raja Juli mengatakan bahwa pemerintah akan menerapkan skema ini melalui sejumlah proyek percontohan. Dari total 57 taman nasional di Indonesia, tiga kawasan direncanakan menjadi proyek percontohan yakni Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Sementara dua kawasan lainnya masih dalam tahap pembahasan, dengan salah satu kandidat yang dipertimbangkan adalah kawasan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.