Menjelang libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, BPJS Kesehatan memastikan peserta JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah di berbagai wilayah Indonesia.
Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta yang melakukan perjalanan mudik maupun yang berada di kampung halaman selama periode libur Lebaran.
Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa selama periode tersebut peserta tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan mengacu kepada prinsip portabilitas dalam Program JKN.
Melalui prinsip tersebut, peserta dapat mengakses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan prosedur yang berlaku tanpa dibatasi oleh domisili atau daerah asal yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), Minggu (15/3).
Rizzky mengatakan, dengan prinsip portabilitas maka peserta yang sedang melakukan perjalanan mudik tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia sesuai prosedur yang berlaku.
Peserta juga tetap dapat berobat ke Puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan di luar tempat peserta terdaftar, dengan maksimal tiga kali kunjungan dalam kurun waktu satu bulan.
“Sementara itu, dalam kondisi kegawatdaruratan medis, peserta dapat langsung mengakses pelayanan di rumah sakit terdekat, termasuk rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," tutur Rizzky.
Untuk mendukung kemudahan akses informasi dan layanan administrasi selama libur Lebaran, BPJS Kesehatan juga menyediakan berbagai kanal layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Rizzky menjelaskan, peserta dapat mengakses Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, maupun Care Center 165 apabila membutuhkan informasi atau mengalami kendala terkait layanan Program JKN.
BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan administrasi secara tatap muka di kantor cabang. Layanan di kantor cabang buka pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.
“Sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh layanan administrasi secara langsung baik sebelum ataupun setelah periode libur Lebaran," ucap Rizzky.
Selain itu, untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat selama arus mudik, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik BPJS Kesehatan di delapan titik strategis jalur mudik yang beroperasi mulai 13 hingga 18 Maret 2026.
Rizzky menerangkan Posko Mudik BPJS Kesehatan tersebar di delapan titik strategis, antara lain di Pelabuhan Merak Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang, Rest Area Tol 166A Cipali, Rest Area Tol 429A Ungaran, Rest Area Tol 519A Masaran, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
"Melalui posko tersebut, para pemudik dapat memperoleh informasi seputar Program JKN, konsultasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan ringan selama perjalanan mudik," kata Rizzky.
Bagi peserta yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) yang mudik ke luar kota, obat dapat diambil di apotek PRB di daerah tujuan mudik. Sedangkan bagi peserta dengan penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan lanjutan, peserta dapat mengunjungi Puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri di daerah tujuan mudik untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit setempat dan mengambil obat di instalasi farmasi rumah sakit tersebut.
Rizzky menuturkan, yang tidak kalah penting, peserta perlu memastikan status kepesertaan Program JKN tetap aktif dengan membayar iuran secara rutin.
“Dengan begitu, layanan kesehatan dapat diakses kapan pun dan di mana pun saat dibutuhkan, termasuk saat perjalanan mudik maupun ketika berada di kampung halaman,” katanya.
Di dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Umi Sjarqiah memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang dipimpinnya tetap memberikan pelayanan bagi peserta JKN selama periode libur Lebaran.
Menurutnya, sejumlah layanan utama tetap beroperasi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, rawat inap, laboratorium, radiologi, dan farmasi guna memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan saat dibutuhkan.
Mengingat lokasi rumah sakit kami yang relatif dekat dengan Terminal Pulo Gebang, imbuh Umi, pihaknya menyiapkan penyesuaian pengaturan layanan serta jadwal tenaga kesehatan agar pelayanan tetap berjalan optimal selama masa libur Lebaran.
“Beberapa layanan poliklinik juga tetap dibuka secara terbatas pada tanggal 18, 23, dan 24 Maret 2026,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta JKN yang berada di luar daerah tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kondisi gawat darurat, pasien dapat langsung datang ke IGD untuk mendapatkan penanganan tanpa memerlukan rujukan terlebih dahulu.
Selain kesiapan layanan, kata Umi, RS Islam Jakarta Pondok Kopi juga memastikan ketersediaan obat-obatan melalui koordinasi dengan instalasi farmasi rumah sakit serta pengaturan stok obat menjelang periode libur Lebaran.
“Dengan demikian ketersediaan obat-obatan esensial dapat terpenuhi selama masa libur Lebaran bagi pasien yang memiliki penyakit kronis,” tutur Umi.