Arus Mudik Dilaporkan Masih Berlangsung hingga H+1 Lebaran 2026

ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.
Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026).
Penulis: Ahmad Islamy
22/3/2026, 15.58 WIB

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaporkan pergerakan arus mudik masih terus berlangsung hingga Minggu (22/3) atau H+1 Idulfitri 1447 H. Data kepolisian menunjukkan, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari wilayah Jakarta, yang mencakup sekitar 56,9% dari total prediksi pemudik tahun ini.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, memproyeksikan angka tersebut akan terus meningkat hingga penghujung hari ini. Di sisi lain, Marupa memaparkan catatan kecelakaan lalu lintas selama masa Operasi Ketupat 2026 yang mencapai 292 insiden.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, dengan estimasi kerugian materiil menembus angka Rp 206 juta. Guna menekan angka kecelakaan di tengah padatnya lalu lintas, Polri meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kami mengimbau para pelancong, terutama yang menuju destinasi wisata, agar mengutamakan keselamatan. Tetap berhati-hati saat berada di area wisata air seperti sungai, pantai, maupun kolam renang," ujar Marupa.

Strategi Arus Balik: WFA dan Diskon Tol

Menghadapi fase arus balik, Polri menyarankan pemudik untuk mengatur jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan kendaraan. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang telah disiapkan pemerintah.

"Melalui kebijakan WFA, perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu," katanya.

Selain pengaturan waktu kerja, pemerintah juga memberikan insentif berupa diskon tarif tol pada tanggal 26-27 Maret 2026. Fasilitas ini diharapkan dapat memotivasi warga untuk pulang lebih awal atau lebih lambat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.

Marupa berharap kolaborasi antara kebijakan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat dapat mewujudkan arus mudik dan balik yang aman serta terkendali.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara