Prabowo Minta Garuda Kerja sama dengan Maskapai Arab Guna Tekan Biaya Haji

Katadata/Arief Kamaludin
Aktifitas penerbangan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Rabu, (02/04).
8/4/2026, 16.25 WIB

Presiden Prabowo Subianto meminta maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjajaki pembentukan perusahaan patungan atau joint venture (JV) dengan Saudi Arabian Airlines (Saudia) guna menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji lebih murah dan efisien.

Prabowo menyampaikan instruksi kepada Direktur Utama (Dirut) Garuda, Glenny Kairupan, dalam forum Rapat Kerja Pemerintah di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/4). Presiden menilai pola operasional penerbangan haji selama ini belum efisien karena pesawat kerap terbang tanpa penumpang pada salah satu rute.

“Jadi selama ini pesawat Garuda berangkat bawa haji ke Tanah Suci pulangnya kosong, ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian, dia mengembalikan haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong,” kata Prabowo.

Ia mendorong pembentukan JV dengan komposisi kepemilikan seimbang masing-masing 50% antara Indonesia dan Arab Saudi. Melalui skema tersebut, tingkat keterisian pesawat diharapkan optimal di kedua arah agar biaya operasional dapat ditekan dan berdampak langsung pada penurunan ongkos haji serta waktu tempuh yang lebih efisien.

“Mengapa tidak kerja sama? bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi, 50% Indonesia. Pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi. Waktu bisa lebih singkat lagi,” ujarnya.

Ia meminta agar Dirut Garuda dapat merealisasikan arahan itu secara segera. Prabowo mengatakan instruksi tersebut telah disampaikan sejak sekitar dua bulan lalu. “Sudah dikerjakan belum? saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ini harus kerja cepat. Nanti Dirut Garuda menghadap saya,” kata Prabowo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Glenny Kairupan dalam forum Rapat Kerja itu menyampaikan kesiapan perusahaan untuk menjajaki pembentukan kerja sama dengan maskapai Arab Saudi. “Siap,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengajukan pembangunan terminal khusus haji bagi jemaah Indonesia guna mempercepat proses kedatangan dan kepulangan.

Prabowo turut menyampaikan langkah pemerintah yang telah menurunkan biaya haji tahun ini sekitar Rp2 juta meskipun terjadi kenaikan harga avtur. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan biaya bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. “Pemerintah pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta. Walaupun harga avtur naik,” ujar Prabowo.

Langkah perbaikan penyelenggaraan haji juga mencakup pengurangan masa tunggu. Pemerintah menargetkan antrean yang sebelumnya mencapai sekitar 48 tahun dapat ditekan menjadi maksimal 26 tahun mulai 2026.

Selain itu, Indonesia tengah menyiapkan infrastruktur pendukung di Arab Saudi. Pemerintah telah memperoleh lahan sekitar 45 hektare (ha) di Mekkah yang akan dikembangkan menjadi kawasan perkampungan haji Indonesia.

“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas hingga sekian puluh menara yang bisa menampung, dan bahkan saya sudah mengajukan prinsip sudah disetujui,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu