Kenaikan Yesus Kristus di Katedral Jakarta: Soroti Perang dan Jaga Lingkungan

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar
Sejumlah umat Katolik berdoa saat mengikuti Misa Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (14/5/2026). Misa memperingati Kenaikan Yesus Kristus ke Surga pada sesi pagi di Gereja Katedral tersebut diikuti sekitar 500 umat Katolik.
14/5/2026, 13.22 WIB

Gereja Katedral Jakarta menyoroti krisis rasa kemanusiaan dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus hari ini, Kamis (14/5). Menurutnya, hal tersebut terjadi karena sebagian pihak tidak mendengarkan Roh Kudus di dalam hati masing-masing.

Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus mengatakan Kenaikan Tuhan Yesus mengingatkan tugas mewartakan kasih Tuhan kepada sesama. Karena itu, orang yang tega menyakiti dan menghakimi sesama dengan tidak adil sama dengan tidak melanjutkan tugas Tuhan Yesus.

"Kehilangan rasa kemanusiaan misalnya dengan terjadinya peperangan di belahan negara lain akhir-akhir ini. Artinya, tidak ada rasa kemanusiaan di dalam hatinya karena tidak mendengarkan suara Roh Kudus dalam hatinya," kata Romo Yohanes di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (14/5).

Menjaga Lingkungan

Selain itu, Romo Yohanes juga mengatakan Kenaikan Yesus Kristus harus dibarengi dengan menjaga lingkungan sekitar. Hal tersebut sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Jakarta tentang Keutuhan Alam Ciptaan.

Dia menjelaskan pesan terakhir Yesus Kristus sebelum naik ke surga adalah menyebarkan kabar sukacita ke ujung dunia kepada segala makhluk. Dengan demikian, Romo Yohanes mengartikan kabar sukacita harus diberikan tidak hanya kepada manusia, tapi termasuk lingkungan.

"Akhir-akhir ini kita lihat dengan polusi di Jakarta yang membuat udara yang kita hirup tidak sehat. Maka dari itu, kita harus berbuat sesuatu kepada lingkungan," kata Romo Yohanes di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (14/5).

Romo Yohanes menilai salah satu yang bisa dilakukan dalam memperingati Kenaikan Yesus Kristus adalah menangani sampah. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan baru Pemerintah Provinsi Jakarta tentang pemilahan sampah.

Seperti diketahui, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah memulai gerakan pilah sampah di Jakarta. Menurutnya, pemilahan limbah di Ibu Kota harus dilakukan secara serius agar bisa diselesaikan secara bertahap. "Penanganan sampah mesti kita ingat karena menjadi bagian dari perintah Yesus untuk kita semua," kata Romo Yohanes

Sebelumnya, Pramono mengatakan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta akan bertajuk "Jaga Jakarta Bersih; Pilah Sampah". Secara rinci, peringatan hari lahir Ibu Kota akan jatuh pada 22 Juni.

Pramono menyampaikan bahwa Jakarta saat ini terus berbenah, termasuk melalui penataan kawasan kota dan pengurangan kawasan kumuh. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta turun lebih dari 52 persen — dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 141 ribu ton sampah per hari, sementara Jakarta menyumbang sekitar 8 ribu ton di antaranya. “Masih 75 persen belum terkelola dengan baik,” katanya.

Jumhur menilai pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah mendasar untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah nasional. Menurutnya, persoalan sampah ini tidak cukup diselesaikan hanya melalui teguran atau sanksi, melainkan harus dibarengi dengan solusi konkret dan dukungan infrastruktur yang memadai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief