Istana Buka Suara soal BEM SI Minta Pemerintah Perkuat Rupiah dalam 18 Hari

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampikan isu politik terkini di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Penulis: Desy Setyowati
9/6/2026, 07.50 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menerima aspirasi yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Jawa Tengah mengenai masalah perekonomian, khususnya terkait rupiah, sebagai masukan.

Sebelumnya BEM SI di Jawa Tengah meminta pemerintah untuk memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu 18 hari. “18.000 kurs dolar, 18 hari tenggat waktu, #selamatkanekonomi,” demikian unggahan di akun Instagram @bem_si pada 7 Juni.

Merespons hal itu, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan, pemerintah dalam beberapa hari terakhir betul-betul bekerja sama dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan perekonomian tanah air.

“Kami yakin bahwa langkah-langkah yang diambil, dengan koordinasi yang erat dan intens, serta kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain," kata Prasetyo usai mengikuti rapat koordinasi tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (8/6).

Dia pun tak menampik bahwa permasalahan ekonomi yang terjadi saat ini bukan perkara mudah, karena dipengaruhi berbagai faktor. Selain itu, menurut dia, tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dalam tenggat waktu tertentu.

Namun, dia memastikan pemerintah telah berupaya menangani masalah itu, salah satunya dengan memberi kepastian bagi para pelaku usaha mengenai kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam yang disampaikan pada Senin hari ini.

"Yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik (BEM SI) ini kan semangatnya untuk kita semua, bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," kata Prasetyo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara