Dua Pabrik Keramik Terancam PHK 55 Ribu Orang, Dasco Janji Lakukan Pencegahan
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad menerima laporan adanya pabrik keramik yang berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia berjanji siap melakukan mitigasi dari potensi PHK tersebut.
Dasco mengatakan, salah satu yang akan dilakukan adalah dengan berbicara dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk membahas kenaikan harga gas industri. Dia juga akan menemui Satuan Tugas Mitigasi PHK untuk mencegah PHK terjadi.
"Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi mengenai perusahaan-perusahaan tadi yang mungkin bisa berdampak terhadap 55 ribu karyawan," kata Dasco
Dasco mengatakan, dirinya telah menerima laporan dari Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Andi mengatakan bahwa akan ada PHK di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi dalam 7 hingga 10 hari ke depan.
Dia menjelaskan, rencana penutupan pabrik itu akibat kenaikan harga gas industri. Dasco mengatakan dirinya telah berjanji untuk berbicara dengan pekerja pabrik tersebut.
"Setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak," katanya.
Dasco lalu mengajak buruh dan serikat pekerja untuk ikut menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak ekonomi. "Memang dampak dari (kondisi) global itu luar biasa," kata Politikus Partai Gerindra itu.
Pernyataan Dasco dan Andi Gani disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta, Selasa (23/6). Andi Gani Nena Wea menyebut dua pabrik keramik besar di Bekasi terancam berhenti beroperasi akibat tingginya harga gas industri.
Ia mengatakan dua perusahaan tersebut merupakan anggota serikat pekerja yang memiliki jumlah pekerja besar, yakni pabrik granit, Milan Keramik, dan Mulia Keramik. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu gelombangPHK.