Ketua MPR Sekaligus Politisi Gerindra Sebut MBG sebagai Investasi Masa Depan
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pembagian makanan. MBG juga disebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).
Muzani mengatakan pembangunan nasional selama ini telah mendorong berbagai kemajuan, mulai dari pembangunan infrastruktur, perluasan akses pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pengembangan industri, penguatan sektor pertanian, hingga perluasan perlindungan sosial.
Berbagai upaya tersebut juga disebut telah mengangkat jutaan masyarakat dari kemiskinan. Namun, menurut Muzani, pembangunan masih menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan gizi.
Ia menyoroti masih ada siswa yang berangkat ke sekolah tanpa sarapan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian keluarga masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Masih ada keluarga yang harus memilih antara membeli makanan atau memberikan pengobatan. Dalam kerangka itulah, kita memandang MBG sebagai terobosan dalam mewujudkan generasi emas tahun 2045,” kata Muzani saat menyampaikan Pidato Pengantar Sidang MPR 2026 yang berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8).
Program MBG juga dinilai berperan dalam membangun SDM Indonesia yang sehat dan berkualitas. Melalui program ini, pemerintah mendorong intervensi gizi anak, ibu hamil, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Muzani mengatakan pemenuhan gizi sejak dini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Asupan gizi yang memadai dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga mereka memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul dan kompetitif.
“Adalah mimpi kita semua memiliki anak-anak yang unggul dan bersaing secara kompetitif. Pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu turut berpendapat bahwa cita-cita untuk menghasilkan generasi unggul membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Ia mendorong agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengawal pelaksanaan MBG berjalan sesuai dengan tujuan. Menurutnya, pelaksanaan MBG harus mengedepankan tata kelola yang baik.
“Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata Kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel,” kata Muzani.