Siapkan Bantuan, Purbaya dan Pimpinan DPR Bakal Tinjau Dampak Gempa NTT

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom.
RSUD Ruteng menggunakan tenda darurat untuk merawat puluhan pasien setelah bangunan rumah sakit mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8).
Penulis: Ade Rosman
18/8/2026, 15.33 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pimpinan dan anggota DPR RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta sejumlah menteri terkait akan berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau dampak bencana gempa bumi.

Dasco mengatakan, keberangkatan tersebut merupakan bagian dari upaya DPR bersama pemerintah untuk menangani dampak bencana dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

“Pada esok hari (Rabu, 19 Agustus 2026), pimpinan DPR juga telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR RI beserta menteri keuangan dan menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT,” kata Dasco dalam Rapat Paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). 

Dasco menuturkan, DPR sebelumnya telah mengirimkan perwakilan ke NTT pada 16 Agustus 2026. Perwakilan tersebut kemudian melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR.

“DPR RI telah mengirimkan perwakilannya pada tanggal 16 Agustus ke NTT, dan telah mengadakan rapat koordinasi dengan pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan, serta mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk segera menangani dampak dari bencana,” katanya.  

Ia menuturkan, dalam kunjungan pada Rabu (19/8) tersebut sekaligus untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak serta mendorong pemerintah melakukan relokasi anggaran yang diperlukan dalam penanganan dampak bencana.

“Untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu untuk penanganan dampak dari bencana,” kata Dasco. 

Sebelumnya, Purbaya memastikan pemerintah akan mendukung kebutuhan pembiayaan selama penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Purbaya menyampaikan ini lewat sambungan telepon dalam Rapat Satuan Tugas Penanggulangan Pascabencana DPR pada Minggu (16/8). Dia membagikan pernyataan tersebut di akun Instagram resmi @menkeuri pada Senin (17/8).

Dia menyatakan pemerintah telah menyiapkan mekanisme pembiayaan penanganan bencana lewat anggaran yang tersedia untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan pembiayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan tahapan pemulihannya.

"Untuk pertama biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada Rp5 triliun kalau tidak salah, mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup," kata Purbaya, dikutip Senin (17/8).

Bendahara Negara memaparkan penanganan bencana dilakukan bertahap dan menggunakan anggaran yang telah disiapkan. Jika ada kebutuhan lebih, pemerintah akan melakukan rekonstruksi atau penyesuaian anggaran demi penanganan bencana.

"Kalau untuk bencana ada cadangan khusus," katanya.

Pada Senin (16/8), BNPB mengkonfirmasi sementara ini ada 9.290 warga bertahan di titik-titik pengungsian pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman