Gibran Tinjau Posko Pengungsi Gempa NTT, Beri Peralatan Bayi dan Trauma Healing

ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym.
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026).
20/8/2026, 19.44 WIB

Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, meninjau penanganan pascabencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi sekaligus melihat kondisi fasilitas layanan dasar yang tetap harus berjalan di tengah proses pemulihan.

Gibran bersama perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bertolak ke NTT dengan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana. Dalam kunjungan kerja tersebut, ia dijadwalkan meninjau beberapa lokasi di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Kabupaten Sikka menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Gibran. Di wilayah tersebut, ia mendatangi SD Inpres LXXVI Wairklau yang juga digunakan sebagai posko pengungsian bagi masyarakat terdampak bencana.

Gibran meninjau kondisi sekolah sekaligus melihat situasi para pengungsi yang berada di lokasi. Mantan Wali Kota Solo itu juga menanyakan kepada para pengungsi apakah anak-anak telah memperoleh makanan yang cukup serta memastikan kondisi mereka dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka.

“Anaknya sudah makan?” tanya Gibran.

“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden

Selain memantau kondisi pengungsi, Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu di posko pengungsian. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menyediakan kebutuhan dasar kelompok rentan tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. “Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujarnya.

Melalui peninjauan ini, Wapres ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pendidikan tetap hadir di tengah situasi darurat. Pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan kondisi fisik fasilitas pendidikan, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan memperoleh dukungan yang mereka butuhkan.

Dalam kunjungan ke NTT kali ini, Gibran juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penanganan dampak psikologis masyarakat terdampak bencana. Perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia turut dibawa dalam kunjungan tersebut untuk mengambil bagian dalam upaya trauma healing bagi korban bencana.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kolaborasi dalam penanganan bencana. Pemerintah mendorong generasi muda untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan keahlian masing-masing, terutama dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan.

Pada kesempatan yang sama, anak sulung Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu juga berpesan agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan menyeluruh. Gibran meminta kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan dan penanganan berjalan sesuai kebutuhan.

“Saya meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan, memastikan setiap instruksi benar-benar terlaksana tanpa sekat birokrasi. Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” ujarnya.

 Hadir dalam peninjauan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Suharyanto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Pangdam IX/Udayana Piek Budyakto, Kapolda NTT Rudi Darmoko, dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu