Kemenkes: Tiga Juta Orang Lebih Terpapar Asap, Kasus ISPA Melonjak di Kalimantan

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/YU
Siswa di SD Negeri 4 Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Jumat (21/8/2026). Kemenkes melaporkan lonjakan kasus ISPA di Kalimantan seiring penyebaran kabut asap imbas meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
22/8/2026, 12.53 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan melonjak di Kalimantan.

Di provinsi dengan karhutla terluas, Kalimantan Barat, Kemenkes mencatat ada 151 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026. Lonjakan kasus tertinggi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Sedangkan di Kalimantan tengah, Kemenkes mendapati kenaikan hampir dua kali lipat kasus ISPA dalam sepekan. “Kasus ISPA melonjak dari 402 kasus menjadi 716 kasus dalam waktu 1 minggu, naik 78,1 persen,” tulis Kemenkes 

“Tren serupa, yang juga disertai kasus asma dan iritasi, turut dilaporkan di Riau dan Kalimantan Selatan. Meski demikian, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap ini,” tulis Kemenkes dalam siaran pers, dikutip Sabtu (22/8).

Karhutla terjadi di tujuh provinsi yaitu Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Enam provinsi di antaranya berstatus siaga darurat bencana.

Kemenkes menyatakan telah menugaskan ratusan tenaga medis/tenaga kesehatan ke wilayah terdampak. "Kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin dalam siaran pers, dikutip Sabtu (22/8).

Selain itu, Kemenkes mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan ke wilayah terdampak. Agus mengatakan, secara keseluruhan logistik yang telah disalurkan meliputi 278.940 buah masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), 40 buah face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.

Di titik-titik rawan seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya, pemerintah telah mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen. Selain itu, program ‘Oase Udara’ juga dijalankan di fasilitas kesehatan Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi warga yang mengalami sesak napas.

Puncak musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga September 2026. Kemenkes mengimbau masyarakat di zona merah karhutla untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker ketika di luar ruangan, rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani