Ribuan Warga Pati Siap Unjuk Rasa Besok di Gedung DPR
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB akan memulai unjuk rasa di depan Gedung DPR pukul 10.00 WIB besok, Kamis (27/8). Unjuk rasa tersebut akan dihadiri setidaknya 1.000 orang dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menekankan dirinya tidak bisa memastikan berapa peserta demonstrasi besok. Namun Botok memastikan peserta unjuk rasa tersebut akan dihadiri tidak hanya dari Pati.
"Kami tidak bisa memprediksi berapa ribu orang yang akan melakukan unjuk rasa besok, sebab ini gerakan organik untuk hadir di depan DPR tanpa ada bayaran, iming-iming, dan kepentingan lain," kata Botok di depan Gedung DPR, Rabu (26/8).
Botok menemukan setidaknya akan ada 10 bus dari Pulau Kalimantan yang turut melakukan demonstrasi besok. Botok memperkirakan jumlah peserta unjuk rasa dari Borneo akan mencapai ratusan orang.
Dia mengatakan, sebanyak 1.000 demonstran asal Pati akan berangkat ke Ibu Kota menggunakan 15 bus. Menurutnya, lima bus saat ini dalam perjalanan dan 10 bus lainnya akan berangkat dari Pati dalam waktu dekat. "Jumlah peserta sejauh ini 1.000 orang dari Pati, belum ditambah peserta dari sekitar Jabodetabek," katanya.
Merasa Terintimidasi
Botok menceritakan mayoritas demonstran asal Pati seharusnya tiba di Ibu Kota dengan sembilan bus. Namun Botok menduga kepolisian mengintervensi hal tersebut yang akhirnya membatalkan penyewaan seluruh bus tersebut pada Selasa (25/8).
Menurutnya, intervensi juga berlanjut pada hari ini yang membuat proses sewa sebanyak enam bus dibatalkan. Akhirnya, total bus yang dapat diberangkatkan pada hari ini mencapai lima unit setelah dibayar tunai dan membuat surat perjanjian denda wanprestasi senilai tiga kali lipat dari biaya sewa.
"Setelah itu, Kepolisian ternyata masih mengintimidasi, tapi penyewaan bus tidak berani membatalkan karena ada surat perjanjian. Hasilnya, lima bus yang berangkat dari Pati pukul 13.00 WIB tadi dicegat, namun akhirnya berjalan lagi," katanya.
Kepolisian Daerah Metro Jaya atau Polda Metro Jaya mencatat baru ada dua pemberitahuan unjuk rasa besok, yakni oleh AMPB dan Aliansi Masyarakat Merah Putih. Namun jumlah peserta unjuk rasa kedua pihak tersebut jauh lebih kecil dari perkiraan AMPB, yakni sekitar 500 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengaku pihaknya masih menunggu total permohonan izin demonstrasi besok. Menurutnya, surat tersebut akan menentukan jumlah personel yang akan diturunkan besok.
Sebab, Budi menjelaskan unjuk rasa yang dilakukan besok akan terpusat di depan Gedung DPR. Sementara itu, daerah tersebut dilalui beberapa transportasi publik, yakni MRT, TransJakarta, dan ojek daring.
Budi mengakui beberapa pusat perbelanjaan dan pihak sekolah telah menanyakan kondusivitas lalu lintas besok. Namun Budi menekankan kegiatan masyarakat masih berjalan seperti biasanya.
"Kami mengimbau ke pihak yang akan melaksanakan aksi dan aparat penegak hukum untuk memberikan ruang kepada seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, namun tidak merusak fasilitas umum," katanya.