Setelah Gunung Bromo, Giliran Gunung Semeru Terkena Kebakaran Hutan
Kebakaran kembali melanda Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), kali ini di Blok Ranu Kembang yang berada di jalur pendakian Gunung Semeru.
Jalur tersebut ditutup total sejak Rabu (26/8), hampir dua pekan setelah kebakaran di Gunung Bromo yang menghanguskan 1.120 hektare lahan dapat dikendalikan.
Melalui pengumuman resmi, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahta Nugraha menjelaskan, penutupan dilakukan pada hari yang sama dengan terjadinya kebakaran, hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, belum ada informasi mengenai penyebab pasti kebakaran.
“Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total, terhitung sejak pengumuman ini diterbitkan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan,” kata Rudijanta melalui pengumuman resmi, dikutip pada Kamis (27/8).
Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan.
Akibat penutupan ini, pengunjung yang telah membeli tiket masuk melalui sistem pemesanan daring dapat mengajukan pengembalian biaya (refund) maupun melakukan penjadwalan ulang (reschedule) setelah jalur pendakian kembali dibuka.
“Informasi mengenai ketentuan dan mekanisme refund maupun reschedule akan disampaikan pada kesempatan berikutnya,” ujar Rudijanta.
Meskipun demikian, akses transportasi dari Malang menuju Lumajang melalui Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro masih tetap bisa dilalui. Kunjungan wisata ke Ranu Regulo pun masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rudijanta kemudian mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk bersama-sama menjaga kawasan TNBTS dari ancaman kebakaran.
“Dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api, termasuk menyalakan api unggun, membakar sampah, menyalakan petasan, kembang api, flare, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar dia.
Dua Pekan Usai Karhutla di Gunung Bromo Padam
Pada Jumat (14/8) lalu, Kementerian Kehutanan baru mengumumkan bahwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo sudah padam. Tim lapangan kemudian melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menjelaskan bahwa hasil pemantauan tim pada Jumat (14/8) pukul 15.00 WIB, tidak menemukan api menyala di lokasi. Hanya saja, masih ada bara-bara api yang tersisa.
“Berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali,” kata dia melalui keterangan tertulis.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8) telah menghanguskan 1.120 hektare lahan di kawasan taman nasional tersebut. Sepekan setelah api dapat diredam, kawasan Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan. Adapun penutupan kawasan wisata Gunung Bromo dilakukan sejak 8 Agustus 2026.
“Pada hari ini, secara resmi, saya atas nama Menteri Kehutanan Republik Indonesia, mengumumkan bahwa pembukaan kembali Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sejak tanggal 20 Agustus yang akan datang,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI pekan lalu.