Sejak Januari hingga 20 April 2024, Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini telah mengalami 181 erupsi dan masih berstatus Siaga atau Level III.
Kemenhub memperingatkan maskapai penerbangan untuk mewaspadai debu vulkanik dari gunung-gunung aktif di Indonesia, seperti Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan lainnya.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda aliran lahar dari Puncak Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan telah terjadi erupsi yang mengeluarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 800 meter di Gunung Semeru.
Selama sepekan, Gunung Semeru telah mengalami 11 kali erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM menetapkan status kawasan di level III atau siaga.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari usai terjadinya bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Gunung Semeru mengalami gempa letusan atau erupsi 21 kali dengan amplitudo 17-22 mm dengan lama gempa 75-155 detik pada Sabtu (25/3) pukul 00.00-06.00 WIB.
Badan Meteorologi Jepang sempat memantau kemungkinan adanya tsunami setelah erupsi Gunung Semeru. PVMBG mengatakan dampak dampak meletusnya gunung tersebut adalah abu vulkanik.
Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami 22 kali letusan setelah statusnya naik dari Siaga atau Level III, menjadi Awas atau Level IV pada Minggu (4/12)