Menhan Sjafrie: Bantuan Jepang Tangani Karhutla Bentuk Kerja Sama Pertahanan

ANTARA FOTO/Auliya Rahman/foc.
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026).
31/8/2026, 18.50 WIB

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut keputusan Jepang memberikan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan merupakan hasil kerja sama bilateral Kementerian Pertahanan kedua negara.

“Kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk pengiriman pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita,” kata Sjafrie kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, pada Senin (31/8).

Ia menjelaskan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya berfokus pada kepentingan pertahanan, namun juga dapat mencakup dukungan penanganan bencana. “Ini saya kira adalah wujud daripada kerja sama antara Kementerian Pertahanan dari berbagai negara sahabat,” ujarnya.

Sjafrie mengatakan Kementerian Pertahanan dan TNI telah mengerahkan kemampuan serta kekuatan yang dimiliki untuk membantu mengatasi karhutla. Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran pertahanan untuk mendukung percepatan bantuan dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan.

Di sisi lain, Sjafrie mengajak seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam penanganan karhutla. Dia secara khusus meminta para pengusaha yang memiliki sumber daya dan peralatan pendukung untuk membantu pemerintah melakukan mitigasi kebakaran. Keterlibatan sektor swasta dinilai dapat memperkuat kapasitas pemerintah dalam menghadapi karhutla.

“Target kebakaran hutan itu tergantung rakyat Indonesia. Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya. Pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter, water bombing, perbantukan kepada BNPB,” kata Sjafrie.

Jepang Kirimkan Kapal Pengangkut Helikopter

Jepang telah memberangkatkan sebuah kapal milik Angkatan Maritim Bela Diri Jepang (JMSDF) untuk menjalankan misi membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kapal tersebut diberangkatkan dari Prefektur Hiroshima, Jepang Barat pada Minggu (30/8).  Menurut laporan The Mainichi, kapal JS Kunisaki tersebut mengangkut tiga helikopter CH-47, dan berisikan 350 personel Angkatan Bela Diri (SDF) Jepang yang siap membantu pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan.

Kementerian Pertahanan Jepang menyebut pengiriman kapal, helikopter, dan personel ini dalam misi pemadaman kebakaran hutan di luar negeri merupakan yang pertama kali dilakukan oleh SDF. Misi ini dilaksanakan berdasarkan perjanjian kerja sama yang ditandatangani Kementerian Pertahanan Jepang dan Indonesia pada Mei 2026.

Perjanjian ini mencakup beberapa lingkup kerja sama seperti pengembangan industri pertahanan maritim, kemanusian hingga mitigasi Bencana. Setelah berlayar dari pangkalan Kure, Hiroshima, Kapal Kunisaki diperkirakan akan tiba dan berlabuh di Indonesia dalam satu atau dua minggu ke depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu