Prabowo Ungkit Sikap Demokrat 9 Tahun Jadi Oposisi, Sebut Tak Ada Caci Maki

ANTARA FOTO/Tyo Pribadi/app/nym.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya dalam acara peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
10/9/2026, 07.53 WIB

Presiden Prabowo Subianto menilai positif sikap Partai Demokrat yang tidak melakukan aksi mencaci atau memperkeruh suasana politik domestik saat berada di luar pemerintahan. Prabowo menyebut Demokrat tetap menjaga sikap dalam menghadapi dinamika politik meski pernah menjadi partai di luar kekuasaan.

“Dikatakan Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo saat menyampaikan sambutan Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena Senayan, Jakarta, pada Rabu (9/9), malam.

Adapun Demokrat pernah menjadi partai oposisi selama 9 tahun 4 bulan saat masa Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Sikap tersebut berubah setelah Jokowi melantik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 21 Februari 2024 lalu.

Prabowo kemudian mengaitkan pengalaman Demokrat dengan perjalanan politiknya sendiri. Ia menyebut pernah empat kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden dan memilih menerima hasil tersebut sebelum kembali melanjutkan perjuangan melalui proses demokrasi.

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima, ya sudah, maju lagi. Ini demokrasi Indonesia,” ujarnya. 

Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan setelah AHY menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-25 Demokrat. Dalam pidatonya, AHY turut menyinggung perjalanan Demokrat selama seperempat abad yang pernah berada dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

“Demokrat pernah kalah, Demokrat pernah berada di pemerintahan, Demokrat juga pernah berada di luar pemerintahan. Ada masa-masa yang membanggakan, ada pula masa-masa yang menguji keteguhan kita semua,” kata AHY. 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menjadikan perjalanan tersebut sebagai pelajaran mengenai makna politik bagi Demokrat. AHY menilai politik tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan kekuasaan, tetapi juga menyangkut upaya menjawab kepercayaan rakyat melalui kerja dan pengabdian.

“Semua perjalanan itu mengajarkan kepada kami bahwa politik bukan sekadar tentang kompetisi dan kekuasaan, politik adalah tentang bagaimana kepercayaan rakyat dijawab dengan kerja dan pengabdian,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu