Prabowo Tanggapi Survei Turunnya Kepuasan Publik, Singgung Risiko Politik

ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/nym.
Presiden Prabowo Subianto (depan) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kanan) dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat mengunjungi posko pengungsi bencana genpa bumi di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).
17/9/2026, 15.32 WIB

Presiden Prabowo Subianto menanggapi penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahannya. Prabowo mengatakan dirinya tetap akan menjalankan program-program pemerintah dan bekerja untuk kepentingan rakyat meski menghadapi risiko politik ke depan.

“Saya disumpah, menurut saya ini keyakinan. Nanti pada saatnya rakyat yang akan memutuskan apa saya dikasih mandat lagi atau tidak,” kata Prabowo dalam tayangan sesi wawacana ‘Presiden Prabowo Menjawab’, dikutip dari kanal Youtube Prabowo Subianto pada Kamis (17/9).

Prabowo mengakui setiap kebijakan pemerintah memiliki risiko politik. Namun, dia mengatakan risiko tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda pelaksanaan program prioritas pemerintah. Kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam mempercepat pelaksanaan sejumlah program pemerintah.

“Orang lapar itu enggak bisa nunggu lama. Orang (masih) lapar, kita berani masuk G20, saya pribadi tidak terima,” ujarnya.

Hasil survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada 31 Agustus menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di angka 63,2%.

Angka tersebut merupakan gabungan responden yang menyatakan sangat percaya dan cukup percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Survei tersebut juga menunjukkan 32,5% responden menyatakan tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, dan 4,3% sampel survei tidak tahu atau tidak menjawab.

Poltracking mencatat tingkat kepercayaan tersebut mengalami penurunan dibandingkan hasil survei pada Maret, Mei, dan Juli 2026. Sigi Poltracking sebelumnya mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 81,5% pada Oktober 2025.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 75,1% pada Maret 2026, 74,2% pada Mei 2026, 65% pada Juli 2026, dan kembali turun menjadi 63,2% pada Agustus 2026.

Selain mengukur tingkat kepercayaan, survei itu juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni dengan 55,1% responden menyatakan puas dan 40,2% responden menyatakan tidak puas. Sejumlah 4,7% responden tidak tahu atau tidak menjawab.

 Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran juga menunjukkan tren penurunan. Poltracking mencatat tingkat kepuasan mencapai 78,1% pada Oktober 2025, kemudian turun menjadi 74,1% pada Maret, 72,2% pada Mei, 58,4% pada Juli, dan 55,1% pada Agustus 2026.

 Survei Poltracking juga memetakan kepuasan publik berdasarkan bidang pemerintahan. Bidang pendidikan memeroleh tingkat kepuasan tertinggi sebesar 63,9%, disusul bidang sosial budaya sebesar 63,7%, kesehatan sebesar 62,6%, serta pertahanan dan keamanan di angka 61,6%.

Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap bidang politik dan stabilitas nasional adalah 51,9%. Bidang hukum dan pemberantasan korupsi memeroleh tingkat kepuasan 48,3%. Bidang ekonomi menjadi bidang dengan tingkat kepuasan paling rendah, yakni 41,8%.

 Survei juga mencatat evaluasi publik terhadap kinerja menteri dan pejabat pemerintahan. Sebanyak 47% publik menyatakan puas terhadap kinerja para menteri dan pejabat secara keseluruhan, sedangkan 41,8% menyatakan tidak puas.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu