Prabowo Sebut 95 Korporasi Terindikasi Terlibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat di Posko Penanganan Bencana Alam NTT di Kabupaten Nagakeo pada Rabu (26/8). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
18/9/2026, 23.21 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menerima laporan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai 95 korporasi yang terindikasi melanggar dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9) malam.

“Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar, mereka ikut bertanggungjawab atas kebakaran-kebakaran itu,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube PAN TV.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku telah meminta Kapolri menindaklanjuti dugaan pelanggaran oleh korporasi tersebut. Dia juga menyatakan pemerintah akan mencabut izin perusahaan apabila aparat penegak hukum telah memiliki bukti yang kuat mengenai pelanggaran yang terjadi.

“Saya sudah kasih pentunjuk Kapolri usut terus, jangan ragu-ragu. Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya, saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Menteri Pertahanan 2019-2024 itu kemudian mengatakan komitmennya terhadap pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Dia mengatakan negara memiliki kewenangan untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat.

““Sekian puluh tahun laporan palsu, dia kira mereka bisa lebih hebat dari pemerintah NKRI. Ayo adu kekuatan, saya yakin rakyat di belakang saya.”

Prabowo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan ada pihak tertentu yang berupaya menciptakan kegaduhan dengan memanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, pihak tersebut membayar anak-anak untuk membuat keributan yang kemudian direkam dan disebarkan melalui media sosial agar menimbulkan kekhawatiran terhadap iklim investasi di Indonesia.

“Mereka ingin selalu bikin huru-hara, membayar anak-anak kita yang tidak mengerti apa-apa supaya bikin gaduh. Difoto, divideokan, disebarkan ke seluruh dunia supaya orang-orang takut untuk investasi di Indonesia,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu