Jokowi Ungkap Sosok Dumatno yang Dikaitkan dengan Foto di Ijazah UGM

ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan terdakwa kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazahnya, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa (ketiga kanan), di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Editor: Yuliawati
6/11/2026, 12.49 WIB

Mantan Presiden RI Joko Widodo menjelaskan hubungan pribadinya dengan Dumatno Budi Utomo, terkait tuduhan ijazah palsu. Jokowi mengatakan foto pada lembar ijazah S-1 Universitas Gajah Mada (UGM) adalah foto pribadinya bukan Dumatno.

"Foto saya, Yang Mulia, untuk apa saya memasang fotonya Dumatno," tegas Jokowi di ruang sidang menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Rabu (5/11).

Jokowi menjelaskan hal itu saat saat menjalani sidang dugaan fitnah ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa. Jaksa Penuntut Umum menanyakan video unggahan terdakwa Dokter Tifa yang membandingkan foto Jokowi dengan seorang pria bernama Dumatno Budi Utomo.

"Terdakwa ada membandingkan foto dari Saudara Saksi dengan Saudara Dumatno Budi Utomo. Bisa dijelaskan apakah Saudara Saksi memang kenal atau ada hubungan keluarga dengan Saudara Dumatno Budi Utomo?" tanya jaksa.

Jokowi menjelaskan hubungan kekerabatan dengan Dumatno yang merupakan sepupu jauh. "Kenal, Yang Mulia. Dumatno Budi Utomo adalah sepupu jauh saya, satu kakek buyut. Tetapi ia lahir di tahun 1977," ujar Jokowi.

Ia sekaligus membeberkan fakta yang mematahkan tudingan Tifa yakni Dumatno masih berusia delapan tahun saat pihak universitas menerbitkan ijazahnya.

"Artinya, pada saat ijazah ini diterbitkan oleh UGM tahun 1985, Dumatno masih berusia kurang lebih 8 tahun, Yang Mulia," tambah Jokowi.

Bantahan Soal Perubahan Fisik

Jaksa mendalami sejumlah foto masa lalu Jokowi yang dipersoalkan terdakwa. Jaksa mempertanyakan perubahan fisik seperti kumis, kacamata, hingga struktur rahang.

Jokowi menjelaskan perbedaan visual tersebut secara sederhana. Ia memelihara kumis tipis dan memakai kacamata pada masa kuliah.

"Iya Yang Mulia. Kalau beda dengan sekarang, saya dulu memelihara kumis, ada kumis tipis, dan pakai kacamata," jelas Jokowi.

Jaksa menanyakan dugaan rekayasa medis atau rekonstruksi wajah. Jokowi memastikan ia tidak pernah melakukan perubahan fisik sejak masa kuliah hingga hari ini.

"Tidak pernah, Yang Mulia. Wajah saya dari dulu sampai sekarang juga seperti ini. Tidak pernah make-up juga," tegas Jokowi.

Ia juga menyatakan pihak terdakwa tidak pernah meminta izin kepadanya. Terdakwa tidak pernah meneliti atau mengonfirmasi dokumen akademik tersebut secara langsung.

Dalam persidangan tersebut, Jokowi kembali menegaskan keabsahan fisik ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM miliknya yang diterbitkan pada 5 November 1985 dengan nomor register 11/1120. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Rektor UGM kala itu, Prof. Dr. Teuku Jacob, dan Dekan Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Sukriwan Ramadhan