Bisnis top up game dan produk digital menjadi mesin pertumbuhan baru PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Segmen gaming justru menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan sekaligus menopang perbaikan profitabilitas pada semester I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Bukakukan pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun pada semester I 2026. Angka ini naik 29,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,09 triliun. Meski begitu, perusahaan masih mencatat rugi bersih Rp 817,8 miliar.
Pertumbuhan utama motor tersebut berasal dari segmen gaming . Dalam siaran persnya, Bukalapak mengungkapkan pendapatan bisnis gaming mencapai Rp 3,5 triliun sepanjang semester I 2026, meningkat 42% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada kuartal II saja, segmen ini menghasilkan pendapatan Rp 1,39 triliun. Perusahaan juga mencatat secara konsisten membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp 7 miliar.
Dengan total pendapatan perusahaan sekitar Rp 4 triliun, bisnis gaming menyumbang sekitar 87% dari keseluruhan pendapatan Bukalapak pada enam bulan pertama tahun ini. Angka tersebut menunjukkan transformasi model bisnis Bukalapak yang kini semakin bergantung pada penjualan produk digital, seperti top up game dan voucher gaming , dibandingkan bisnis marketplace yang selama ini menjadi identitas perusahaan.
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan kinerja tersebut menunjukkan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan mulai menghasilkan hasil. Ia mengatakan EBITDA yang disesuaikan yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang dijalankan.
“Di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh, kami tetap fokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” kata Victor dalam pernyataan tertulisnya, dikutip Rabu (29/7).
Gaming Menopang Saat Segmen Lain Melambat
Berbeda dengan bisnis gaming yang tumbuh pesat, beberapa segmen usaha lain justru mengalami tekanan.
Pendapatan mitra Bukalapak turun 27% secara tahunan karena perusahaan memilih lebih banyak pilihan dalam menawarkan produk untuk meningkatkan profitabilitas. Sedangkan segmen ritel juga mencatat penurunan pendapatan 14% menjadi Rp 139 miliar pada semester I 2026.
Sementara bisnis investasi melalui BMoney tumbuh 68% menjadi Rp44 miliar, namun keuntungannya masih jauh lebih kecil dibandingkan bisnis gaming.
Victor mengatakan perkembangan positif segment gaming menjadi salah satu bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana.
“Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Mitra segmen positif EBITDA yang disesuaikan, dan segmen pertumbuhan Investasi menunjukkan kemajuan dari strategi yang kami jalankan. Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan fokus pada pertumbuhan keberlanjutan di seluruh segmen,” katanya.
Meski begitu, Bukalapak belum puas dengan produk apa saja yang menjadi kontributor utama dalam segmen gaming . Perusahaan juga tidak mengungkap kontribusi masing-masing kategori, seperti top up game, voucher digital, serta judul gim yang paling banyak dibeli pengguna.
Namun, perseroan menyebut pertumbuhan bisnis gaming didorong oleh ekspansi bisnis internasional, sehingga segmen ini kini menjadi tulang punggung pertumbuhan Bukalapak di tengah ketatnya persaingan industri e-commerce .
Berdasarkan katalog produk digital Bukalapak yang tersedia di aplikasi dan situsnya, segmen gaming mencakup top-up mata uang virtual, voucher game, hingga voucher platform gaming.
Meski Bukalapak tidak mempublikasikan daftar resminya dalam laporan keuangan, berikut gim dan layanan yang umumnya tersedia:
Game seluler
- Mobile Legends: Bang Bang (Diamond)
- Free Fire (Diamond)
- PUBG Mobile (UC)
- Kehormatan Raja (Token)
- Call of Duty: Mobile (CP)
- Genshin Impact (Genesis Crystal)
- Honkai: Star Rail (Oneiric Shard)
- Zona Nol Zenless
- Ragnarok Asal Usul
- Ragnarok X: Generasi Berikutnya
- Ragnarok M: Cinta Abadi
- Pesta Telur
- Arena Breakout
- Delta Force Mobile (jika tersedia sesuai periode)
- Serangan Darah
- Pria Sosis
- Clash of Clans (Permata)
- Clash Royale (Permata)
- Brawl Stars
- Lords Mobile
- Keadaan Bertahan Hidup
Game PC dan konsol
- Dompet Steam
- Garena Shell
- Poin Valorant (Riot Games)
- Permainan Peran League of Legends
- Taktik Pertarungan Tim
- Dompet PlayStation Store
- Kartu Hadiah Xbox
- Kartu Hadiah Nintendo eShop (tergantung ketersediaan)
Penerbit voucher
- Voucher PUBGM
- Garena Shell
- Voucher UniPin
- Razer Emas
Layanan Hiburan digital
Selain game, Bukalapak juga menjual voucher hiburan digital. Beberapa di antaranya seperti:
- Webtoon
- Spotify Premium
- Bintang Telegram
- Video
- Vision Plus
- VIU
- WeTV
Meski masih membukukan rugi bersih, kinerja semester I 2026 menunjukkan arah transformasi Bukalapak semakin bergeser dari pemain e-commerce menjadi perusahaan produk digital. Dengan kontribusi sekitar 87% terhadap total pendapatan, bisnis gaming kini menjadi penopang utama kinerja perseroan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bisnis marketplace yang pertumbuhannya melambat.