HARMAN Hapus 500 Ribu Tautan Produk JBL Ilegal di Marketplace

Dok. Harman International
Ilustrasi produk JBL ilegal yang beredar di marketplace.
Penulis: Reihan Cahya
21/9/2026, 17.10 WIB

HARMAN International, perusahaan induk JBL, menghapus lebih dari 500 ribu tautan produk ilegal di berbagai platform marketplace digital di kawasan Asia Pasifik (APAC) sepanjang 2025. Sekitar 300 ribu tautan di antaranya teridentifikasi sebagai barang palsu, sedangkan sisanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) HARMAN.

HARMAN menyatakan akan terus memperkuat upaya pemberantasan barang palsu dengan bekerja sama dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum. Upaya tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi, menghapus, dan menyita produk palsu yang menggunakan merek milik perusahaan.

General Manager and Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific Grace Koh mengatakan perlindungan terhadap merek JBL menjadi semakin penting.

“Di saat kami merayakan tahun berdirinya JBL yang ke-80, menjaga reputasi menjadi hal yang semakin krusial. Produk palsu tidak hanya melanggar Hak Kekayaan Intelektual kami, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen dari JBL,” ujar Grace, dalam siaran pers, Senin (21/9).

Ia mengatakan HARMAN akan terus bekerja sama dengan otoritas bea cukai, aparat penegak hukum, dan platform e-commerce untuk memutus jaringan peredaran produk palsu.

Pada enam bulan pertama 2026, HARMAN bersama otoritas setempat juga melakukan sejumlah operasi penegakan hukum di beberapa negara Asia Pasifik. Di Korea Selatan, aparat menyita produk JBL Flip 6 dan JBL Charge 6 palsu dalam operasi terpisah. Sementara itu, otoritas bea cukai Thailand menghentikan peredaran produk yang dipasarkan secara ilegal dengan nama “JBL Max 33”. Dalam operasi lainnya di Thailand, pihak berwenang menyita produk palsu JBL Go 4, JBL Clip, dan sejumlah headphone JBL Tune.

Kampanye Anti-Barang Palsu

Selain penindakan hukum, HARMAN meluncurkan kampanye edukasi anti-barang palsu melalui media sosial di kawasan Asia Pasifik. Kampanye tersebut bertujuan membantu konsumen mengenali produk JBL tiruan dan memahami risiko yang ditimbulkan barang palsu.

HARMAN juga mendorong konsumen membeli produk melalui distributor resmi dan kanal daring terpercaya serta melakukan verifikasi keaslian produk sebelum membeli. 

HARMAN menyebut produk palsu berpotensi menggunakan komponen berkualitas rendah dan tidak melalui proses kendali mutu. Kondisi tersebut dapat menurunkan performa dan keandalan produk serta meningkatkan potensi risiko keselamatan. JBL didirikan pada 1946 oleh James B. Lansing dan kini menjadi salah satu merek audio yang berada di bawah HARMAN.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.