Pengiriman Smartphone Global Turun 38% Imbas Corona, Bagaimana di RI?

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Ilustrasi. Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia menyebut pengiriman smartphone masih normal hingga Februari 2020.
Editor: Agustiyanti
24/3/2020, 19.27 WIB
Wabah virus corona berdampak pada penurunan pengiriman telepon pintar atau smartphone secara global yang mencapai 38% per Februari 2020 dibanding periode yang sama tahun lalu.  Sementara Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia menyebut pengiriman smartphone masih normal. 

"Di Indonesia, sampai Februari masih oke, dibandingkan tahun lalu masih tumbuh," ujar Ketua APSI Hasan Aula kepada Katadata.co.id, Selasa (24/3).
 
Kondisi di Indonesia berbeda dengan global lantaran Indonesia belum terimbas pandemi corona secara langsung. Kendati demikian, ia belum dapat memberikan rincian data hingga Februari 2020. Adapun hingga Januari, pengiriman ponsel tumbuh dua digit.

"Sehingga kegiatan konsumennya pun masih normal. Orang-orang masih beraktivitas seperti biasa," ujar Hasan. 

(Baca: Wabah Corona Buat Penjualan iPhone Anjlok 54% di Tiongkok)

Data Strategy Analytics mencatat, pengiriman smartphone secara global bulan lalu turun dari 99,2 juta unit pada Februari  2019 menjadi 61,8 juta unit. Menurut Hasan, penurunan secara global terjadi karena Tiongkok dan Eropa sudah mulai membatasi aktivitas akibat pandemi corona sejak bulan lalu. 
 
"Itu terjadi karena demand dan produksi perusahaan terganggu, khususnya di negara-negara tersebut," ujar dia.
 
Hasan enggan memberikan prediksi pengiriman smartphone  pada bulan atau bulan depan. Namun, ia mengimbau agar perusahaan ponsel mewaspada dampak dari wabah virus corona.
 
"Karena semua faktor bisa mempengaruhi bisnis, tetapi jangan pesimistis untuk mengambil peluang, Setidaknya kalau source-nya turun, maka perusahaan harus memperhatikan cost-nya," ujar dia. 

(Baca: Menkominfo Persoalkan Streaming Film Ilegal saat Masa Kerja di Rumah)

Direktur Strategy Analytics Linda Sui mengatakan, permintaan smartphone runtuh di Asia bulan lalu karena wabah Covid-19 dan hal ini menyeret pengiriman ke seluruh dunia. "Beberapa pabrik Asia tidak dapat memproduksi smartphone, sedangkan banyak konsumen tidak mampu atau tidak mau mengunjungi toko ritel dan membeli perangkat baru," ujar Linda seperti dikutip dari Business Wire, Jumat (20/3) lalu.
 
Meskipun ada tanda-tanda pemulihan sementara terjadi di Tiongko, namun Analis Senior Strategy Analytics Yiwen Wu memperkirakan pengiriman smartphone  tetap akan lemah pada bulan ini. Apalagi, ketakutan terhadap virus corona telah menyebar ke Eropa, Amerika Utara, dan di tempat lain.
 
Industri smartphone dinilai perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan penjualan dalam beberapa minggu mendatang. Ini dapat dilakukan dengan melakukan penjualan flash online atau diskon besar untuk bundling dengan produk seperti smartwatch.
 
Reporter: Cindy Mutia Annur