Apple Beri Peringatan Pengguna iPhone Tak Pakai Google Chrome, Ini Alasannya

Katadata/Kamila Meilina
iPhone 17
Penulis: Kamila Meilina
9/12/2025, 12.17 WIB

Apple mengeluarkan peringatan baru kepada pengguna iPhone untuk tidak lagi menggunakan browser Google Chrome. Perusahaan mengimbau pengguna beralih ke Safari.

Dalam pernyataan pers, Apple menegaskan Safari memiliki sistem pencegahan pelacakan yang lebih komprehensif, termasuk teknologi anti–digital fingerprinting. Fingerprinting adalah metode pelacakan yang menggabungkan berbagai data acak dari perangkat untuk membuat identitas unik yang bisa dipantau pengiklan atau situs web.

“Safari bekerja untuk mencegah pengiklan dan situs memanfaatkan kombinasi unik karakteristik perangkat Anda untuk membuat ‘fingerprint’,” kata Apple dikutip dari Forbes, Minggu (7/12). 

Untuk mengatasi hal itu, Safari menyajikan konfigurasi sistem yang disederhanakan, sehingga lebih banyak perangkat terlihat identik di mata pelacak.

Teknologi pemblokiran fingerprinting juga mulai diadopsi browser lain, seperti Firefox. Namun Google justru mengembalikan dukungan pada teknologi fingerprinting tahun ini, meski metode ini bersifat tersembunyi dan tidak bisa dimatikan, berbeda dengan cookie yang memiliki opsi opt-out.

Selain anti-fingerprinting, Apple mengklaim Safari memiliki beberapa fitur keamanan seperti:

  • AI-based tracking prevention
  • Private browsing yang benar-benar privat
  • Perlindungan terhadap pelacakan lokasi

Menurut Apple, Google Chrome tidak memberikan perlindungan yang setara di area-area tersebut.

Apple juga menyebut Safari tetap bekerja lancar dengan layanan Google seperti Docs, Sheets, dan Slides, untuk meyakinkan pengguna bahwa beralih ke Safari tak akan mengganggu produktivitas.

Namun ada jebakan lain yang disorot Apple, yakni meski pengguna sudah memakai Safari, mereka tetap bisa tanpa sengaja teralihkan ke Google App.

Di bagian bawah halaman hasil pencarian, Google kini menampilkan tombol biru “Try app” yang mengarahkan pengguna ke Google App hanya dengan satu ketukan, dan aplikasi itu disebut mengumpulkan data lebih agresif daripada Chrome.

Data yang dikumpulkan Google App dan terhubung ke identitas pengguna dinilai Apple sebagai “risiko yang sama, bahkan lebih buruk” dibanding Chrome.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina