iPhone 18 Pro dan iPhone Duo Kantongi TKDN, Kapan Rilis di Indonesia?

X/@theapplehub
Ilustrasi iPhone 18 pro
29/9/2026, 10.54 WIB

Tiga perangkat terbaru Apple, yakni iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo, telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%. Ketiganya diperkirakan meluncur di Indonesia pada Oktober 2026.

Sebelumnya Apple telah memperkenalkan iPhone 18 pro dan iPhone 18 Pro Max sebagai ponsel terbaru mereka pada Kamis (10/9). iPhone terbaru ini membawa sejumlah peningkatan, mulai dari chipset baru, kamera, layar, hingga daya tahan baterai. 

Apple belum merilis informasi resmi mengenai kapan iPhone 18 pro dan 18 Pro Max akan mulai dijual di Indonesia. Secara global, kedua HP tersebut bisa dipesan mulai 12 September dan tersedia mulai 18 September 2026 di lebih dari 65 negara dan wilayah, termasuk Singapura, Malaysia dan Vietnam. Sayangnya, Indonesia belum termasuk dalam gelombang awal tersebut.

Dalam cuitan di X, Apple enthusiast Bagus Hernawan memprediksi jadwal kehadiran perangkat terbaru Apple di Tanah Air. Menurut dia, pemesanan awal atau pre-order iPhone 18 Pro series dan iPhone Duo akan dibuka pada 7 Oktober 2026.

Sementara itu, peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Adapun iPhone Duo, yang merupakan ponsel layar lipat pertama Apple, diprediksi menyusul pada 30 Oktober 2026.

Sebelum memasarkan perangkatnya secara resmi di Indonesia, Apple harus memenuhi tahapan TKDN. Berdasarkan data sertifikasi Kementerian Perindustrian, tiga perangkat Apple telah tercatat memperoleh nilai TKDN sebesar 40%. Ketiganya terdaftar atas nama PT Apple Indonesia.

Berikut daftar perangkat beserta nomor modelnya:

  • iPhone 18 Pro, nomor model A3714, dengan TKDN 40%.
  • iPhone 18 Pro Max, nomor model A3717, dengan TKDN 40%.
  • iPhone Duo, nomor model A3720, dengan TKDN 40%.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah