Opera Umumkan Investasi Rp 450 Miliar ke StarMaker
Opera Limited (Nasdaq: OPRA), salah satu penyedia browser terkemuka dunia mengumumkan investasi sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 450 miliar ke StarMaker Inc. StarMaker merupakan sebuah perusahaan teknologi media sosial dengan yang bergerak dalam industri musik dan hiburan.
“Kami sangat senang dapat berinvestasi pada StarMaker, sebagai salah satu platform media sosial berbasis musik yang sangat populer di berbagai negara berkembang,” kata Frode Jacobsen, CFO dari Opera dalam siaran pers dari Oslo, Norwegia, Selasa (6/11).
StarMaker memungkinkan penggunanya untuk merekam dan membagikan video musik mereka, berkomunikasi dan berkolaborasi dengan musisi lain, serta mengikuti idola mereka di platform tersebut. Perusahaan ini mempunyai basis pengguna yang kuat dan aktif di beberapa negara berkembang seperti Indonesia, India, dan negara-negara di Timur Tengah.
(Baca juga: Gaet Remaja, Facebook Bakal Rilis Aplikasi Pesaing Tik Tok)
Jacobsen menyatakan, StarMaker akan melengkapi konten yang sudah ada pada platform Opera News. “Untuk itu, kami bersemangat untuk mengambil bagian dalam perjalanan perusahaan dalam melanjutkan inovasi produk serta pertumbuhan pengguna.”
Investasi strategis Opera pada StarMaker dilakukan dengan pre-money valuation senilai Rp1,875 triliun (US$125 juta) melalui pembelian 19,35% saham preferen yang diterbitkan oleh StarMaker. Sebagai bagian dari investasi, Opera juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 51% di semester kedua tahun 2020.
Melanjutkan investasi ini, Yahui Zhou, selaku CEO dan Chairman Board of Directors Opera akan tetap memegang 65,78% dari ekuitas di StarMaker. Board of Directors Opera memperoleh analisis valuasi dari bank investasi pihak ketiga yang berdiri sendiri sebelum mendapatkan persetujuan dari transaksi ini.