Google dan Temasek Suntikkan Rp 16 Triliun ke Go-Jek

Arief Kamaludin|KATADATA
Pengemudi ojek Go-Jek tengah menunggu penumpang yang hendak diantar ke tujuannya di Jakarta.
Penulis: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
19/1/2018, 15.34 WIB

Go-Jek mendapat suntikan dana segar dari Alphabet, induk perusahaan Google dan beberapa rekan senilai US$1,2 miliar atau setara dengan Rp16 triliun (dengan asumsi kurs US$1 = Rp13.300). Dana ini lebih besar dibanding investasi sebelumnya dari Tencent.

(Baca juga: Ekspansi Bisnis Go-Jek, dari Ojek ke Fintech)

Selain Google, investor asal Singapura, Temasek Holdings, KKR & Co, Warburg Pincus LLC dan platform online China Meituan-Dianping pun akan berpartisipasi menyuntikkan dana ke Go-Jek. Namun, hingga saat ini belum diketahui porsi suntikan dana masing-masing investor. 

Sumber Reuters menyatakan, skema pendanaan ini sudah dibuka sejak tahun lalu dan akan rampung dalam beberapa pekan. Jika benar, maka ini adalah investasi perdana Alphabet di sektor transportasi di Asia.

"Sebagai investor strategis, Google bisa menambah banyak bisnis Go-Jek," ujar sumber tersebut, Kamis (18/1).

Dengan pendanaan sebesar itu dari Google, Go-Jek akan memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi dengan pesaingnya, seperti Grab dan Uber. Pasalnya, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara.

Sebelumnya, masih menurut Reuters, tahun lalu JD.com Inc menginvestasikan sekitar US$100 juta di Gojek. Adapun, Tencent Holdings Ltd, media sosial Tiongkok dan perusahaan hiburan online pun telah investasi di GoJek.

(Baca juga: Perkuat Go-Food, Go-Jek Kembangkan Skema Pembayaran Go-Resto)

Reporter: Desy Setyowati