Cina Saingi AS Jual Paket Wisata Luar Angkasa, Harga Jauh Lebih Murah
Setelah bertahun-tahun dikembangkan oleh perusahaan antariksa komersial di Amerika Serikat, kini sejumlah perusahaan Cina juga mulai menawarkan paket wisata luar angkasa bagi warga sipil. Persaingan antara kedua kubu ini membuka opsi baru bagi wisatawan superkaya, sekaligus menunjukkan tren harga yang semakin kompetitif.
Secara umum, pasar AS dikenal sebagai pemimpin awal dalam wisata ruang angkasa komersial, dengan teknologi yang telah terbukti dan pengalaman penerbangan nyata sejak 2021.
Beberapa perusahaan Amerika Serikat yang sudah menyediakan paket wisata ke luar angkasa yakni Virgin Galactic , Blue Origin dan SpaceX.
Virgin Galactic membuka penjualan tiket wisata ke luar angkasa bagi para masyarakat umum dengan harga US$ 450 ribu atau Rp 6,4 miliar pada 2022. Paket wisata ini untuk satu penerbangan yang biasanya berdurasi kurang dari dua jam hingga ke sekitar ketinggian luar angkasa sebelum kembali ke Bumi.
Perusahaan milik miliarder Richard Branson itu bersiap meluncurkan paket wisata ke luar angkasa baru yang direncanakan pada akhir tahun ini, dengan harga US$ 600 ribu atau Rp 10 miliar (kurs Rp 16.860 per US$), dikutip dari Aviation Week.
Selain itu, Blue Origin memberi pengalaman serupa melalui kendaraan suborbitalnya New Shepard, tetapi tidak secara resmi mempublikasikan harga tiket standar. Penyanyi pop papan atas Katy Perry salah satu yang meluncur ke luar angkasa dengan roket milik bos Amazon, Jeff Bezos ini pada tahun lalu.
Perusahaan seperti SpaceX milik Elon Musk juga menawarkan model wisata yang berbeda yakni pelayanan orbital yang membawa penumpang ke dekat International Space Station (ISS) selama beberapa hari, tetapi harga tiket jauh lebih tinggi, diperkirakan mencapai puluhan juta dolar per kursi.
Cina kini masuk ke segmen yang sama, dengan beberapa perusahaan antariksa swasta berambisi menawarkan wisata luar angkasa dengan harga yang lebih terjangkau dibanding AS.
Deep Blue Aerospace adalah salah satu pelopor di Cina yang telah menjual tiket untuk penerbangan suborbital yang direncanakan pada 2027, dikutip dari Gadget 360 Perusahaan yang berbasis di Provinsi Jiangsu ini sudah menjual kursi dengan harga sekitar 1,5 juta yuan atau Rp 3,6 miliar (kurs Rp 2.429 per yuan) per orang saat uji penjualan awal, termasuk penerbangan suborbital yang menyediakan beberapa menit keadaan tanpa bobot di luar atmosfer Bumi.
Selain Deep Blue, InterstellOr mengumumkan rencana meluncurkan wisata suborbitalnya sekitar 2028 dan telah membuka penjualan tiket awal. Harga yang dipatok sekitar 3 juta yuan atau Rp 7,2 miliar.
InterstellOr juga menyatakan potensi inovasi desain yang pada akhirnya bisa menurunkan harga tiket lebih jauh jika teknologi pesawat ruang angkasa berawak komersial dapat digunakan kembali secara luas.
Beberapa perusahaan China lainnya, seperti CAS Space, juga tengah mengembangkan misi wisata luar angkasa suborbital.
Perbedaan harga itu mencerminkan dua pendekatan yang berbeda. Perusahaan AS memanfaatkan posisi awal mereka dalam pengembangan teknologi dan pengalaman operasional, sementara Cina dengan cepat mengadopsi dan mengembangkan teknologi serupa sambil tetap menjaga harga tetap kompetitif.
Perusahaan Cina seperti Deep Blue berfokus pada menurunkan biaya dengan teknologi roket yang dapat digunakan kembali agar wisata luar angkasa tidak terlampau mahal, sementara AS masih mematok harga premium yang mencakup pengalaman lengkap dan fasilitas pendukung seperti pusat pelatihan dan layanan pariwisata kelas atas.