Industri Hotel Masuk Era AI, Telepon Tamu Kini Dijawab Agen Multibahasa

Mimin.io
Fitur chatbot Mimin
Penulis: Desy Setyowati
22/5/2026, 15.56 WIB

Startup Mimin menggandeng Alcatel-Lucent Enterprise untuk menghadirkan sistem komunikasi tamu berbasis AI di industri perhotelan Asia-Pasifik (APAC). Kolaborasi ini mengintegrasikan teknologi conversational AI multibahasa dan otomatisasi suara milik Mimin ke platform Rainbow Hospitality milik ALE.

Sistem itu dirancang untuk membantu hotel mengelola komunikasi tamu secara lebih terintegrasi dan otomatis. 

Kerja sama ini muncul di tengah tantangan industri perhotelan yang menghadapi tingginya volume panggilan masuk dan ekspektasi tamu terhadap layanan digital yang semakin cepat.

Mimin mencatat sekitar 10% hingga 30% panggilan masuk hotel kerap tidak terjawab pada jam sibuk. Selain itu, hotel dinilai masih menghadapi persoalan kehilangan konteks komunikasi tamu antar kanal layanan. 

Melalui integrasi dengan Rainbow Hospitality, hotel dapat menghubungkan komunikasi tamu dari berbagai kanal seperti telepon, chat, hingga WhatsApp ke dalam satu sistem terpadu. Data interaksi tamu itu kemudian tersinkronisasi agar staf hotel dapat merespons tanpa perlu meminta tamu mengulang permintaan yang sama. 

Salah satu fitur utama yang ditawarkan yakni voice agent berbasis AI yang mampu melayani tamu selama 24 jam dalam lebih dari 20 bahasa dan dialek. Teknologi ini bertujuan membantu hotel di destinasi wisata internasional seperti Singapura, Thailand, dan Australia menangani tingginya volume pertanyaan tamu. 

Selain layanan suara, sistem AI tersebut dapat mengotomatisasi permintaan rutin seperti informasi jam sarapan, lokasi fasilitas hotel, hingga layanan kamar. Menurut perusahaan, otomatisasi ini memungkinkan operasional hotel menjadi lebih efisien tanpa harus menambah jumlah staf. 

Pada tahap awal implementasi, solusi ini diklaim berhasil memangkas volume panggilan masuk hingga 75%. Dengan begitu, staf hotel dapat lebih fokus memberikan layanan langsung kepada tamu. 

CEO Mimin Joseph Simbar mengatakan kolaborasi itu bertujuan membawa inovasi voice AI ke sektor hospitality. “Kolaborasi ini memungkinkan hotel mengubah interaksi sehari-hari dengan tamu menjadi pengalaman layanan yang otomatis, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan tamu,” ujar Joseph dalam keterangan pers, Jumat (22/5).

Sementara itu, Director of Vertical Partnerships APAC ALE, Dirk Dumortier, menilai industri hospitality di Asia-Pasifik tengah memasuki fase perubahan akibat meningkatnya ekspektasi tamu terhadap layanan digital.

“Para tamu yang melek digital kini menganggap pengalaman mobile-first yang seamless sebagai standar,” kata Dirk. Ia menambahkan, Rainbow Hospitality dikembangkan untuk mengubah sistem komunikasi hotel konvensional menjadi platform orkestrasi digital yang terintegrasi. 

Dari sisi keamanan data, Rainbow Hospitality berjalan di atas sovereign cloud milik ALE dengan pusat data yang berada di Singapura dan Australia. Perusahaan menyebut sistem tersebut dirancang untuk memenuhi regulasi data lokal di masing-masing negara. 

Setelah implementasi awal di kawasan Asia-Pasifik, Mimin dan ALE berencana memperluas teknologi AI tersebut ke pasar global lainnya sepanjang tahun ini. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.