Google Buka Program Accelerator AI, Startup RI Bisa Masuk Radar Investor Dunia
Google Cloud membuka peluang bagi startup Indonesia untuk mengakses teknologi AI generasi terbaru sekaligus memperluas jaringan bisnis hingga ke level global melalui program Google for Startups Accelerator: Southeast Asia.
Program itu merupakan inisiatif lintas-negara terbaru yang dirancang untuk membantu para pendiri startup mengembangkan dan mengomersialisasikan produk AI agentik yang dikembangkan.
Melalui program tersebut, startup yang memenuhi syarat akan memperoleh akses ke teknologi full-stack AI Google Cloud, termasuk Tensor Processing Units (TPUs), Agentic Data Cloud, Gemini Enterprise Agent Platform, dan Google Antigravity, serta dukungan hingga US$ 350 ribu dalam bentuk cloud credits melalui Google for Startups Cloud Program untuk pelatihan end-to-end, fine-tuning, dan serving agen AI yang aman dan grounded.
Para startup juga bakal mendapatkan akses awal atau first-mover advantage ke model AI terbaru Google, termasuk Gemini 3.5, serta berbagai agentic enterprise tools melalui program Trusted Tester dan Early Access.
Akses tersebut memungkinkan startup mulai mengembangkan solusi berbasis AI sebelum model dan tools tersebut tersedia secara luas di pasar.
Dalam program ini, startup peserta juga akan memperoleh peningkatan kemampuan teknis melalui bootcamp yang digelar di Google Developer Space, Garuda Spark Innovation Hub (GSIH), fasilitas NIC, dan kantor pusat SIHUB.
Para founder dan tim startup akan dibekali kemampuan lanjutan di bidang agentic coding, AI context engineering, large language model operations (LLMOps), hingga orkestrasi sistem multi-agent.
Selain pelatihan, startup peserta akan mengikuti product development sprint dan architectural review bersama technical lead dari pusat engineering Google Cloud dan laboratorium riset AI Google DeepMind di Singapura, dengan dukungan wawasan dari tim AI global Google.
Google Cloud juga menyiapkan dukungan ekosistem lintas fungsi bagi startup peserta. Dukungan tersebut mencakup mentorship dari tim produk Android, Google Ads, Google Pay, dan Google Play.
Startup juga dapat memanfaatkan jaringan mitra Google yang terdiri dari modal ventura, konglomerasi, unicorn, dan konsultan spesialis untuk membantu menghadapi tantangan bisnis, mulai dari pengelolaan kekayaan intelektual hingga akuisisi talenta dan growth marketing.
Tak hanya itu, startup peserta akan memperoleh kesempatan mempresentasikan produk mereka kepada investor modal ventura, angel investor, dan pelanggan enterprise dalam demo day serta startup summit yang diselenggarakan Google di Singapura.
Head of Developer Ecosystems Asia Pacific Google Cloud, Sami Kizilbash, mengatakan Google for Startups Accelerator: Southeast Asia akan mendukung startup AI tahap Seed hingga Series B dari berbagai industri di enam negara.
Sejak 2018, program akselerator tersebut telah membantu lebih dari 200 startup tahap awal di Asia Tenggara membangun produk baru, memperoleh pendanaan senilai US$6,6 miliar, serta menciptakan lebih dari 11.300 lapangan kerja.
Program itu dijalankan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia, EnterpriseSG, serta NIC dan SIHUB yang akan memberikan dukungan tambahan yang disesuaikan bagi startup dari Indonesia, Singapura, dan Vietnam.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, penguatan ekosistem AI menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sebagai salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus mendorong pengembangan dan adopsi solusi AI yang memberikan dampak nyata di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, ketahanan pangan, dan kesehatan,” kata Edwin dalam keterangan pers, Rabu (3/6).
Ia mengatakan dukungan berkelanjutan dari Google Cloud dalam pengembangan kapasitas, akses terhadap teknologi frontier, dan pengembangan ekosistem diharapkan dapat mendorong semakin banyak founder Indonesia membangun dan mengembangkan inovasi digital yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Country Director Google Indonesia Veronica Utami menambahkan, program Google for Startups telah menunjukkan dampak nyata dalam membantu startup Indonesia meningkatkan kapabilitas AI engineering.
Menurut dia, peningkatan kemampuan tersebut membantu startup mengembangkan solusi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Veronica mencontohkan tutor AI adaptif milik Analitica yang telah membantu lebih dari 200.000 pelajar. Selain itu, terdapat agen AI agronomi DayaTani yang memberikan panduan real-time kepada petani untuk mengoptimalkan hasil panen.
Ia juga menyinggung solusi rekomendasi diagnosis dan transkripsi konsultasi berbasis AI dari Nexmedis yang membantu dokter memberikan layanan kesehatan lebih cepat dan mendalam bagi pasien di wilayah terpencil.
“Kolaborasi kami dengan Komdigi dalam koridor inovasi ini akan menghubungkan lebih banyak founder lokal dengan sumber daya kelas dunia dan pusat teknologi global, sehingga mereka dapat membangun, memiliki, dan mengembangkan solusi yang mendukung prioritas nasional serta menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam,” ujar Veronica.
Pendaftaran program telah dibuka untuk 25 startup pertama yang akan mengikuti Google for Startups Accelerator: Southeast Asia selama tiga bulan tanpa pengambilan ekuitas atau equity-free. Program ini dijadwalkan dimulai pada Agustus.