Profil Muhammad Herindra, Purnawirawan TNI yang Kini Pimpin PB E-Sports
Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) periode 2026–2030. Sosok yang selama puluhan tahun berkarier di lingkungan militer, pertahanan, dan intelijen ini, kini mendapat mandat untuk mengembangkan olahraga elektronik sekaligus ekosistem industri esports Indonesia.
Dalam kepengurusan barunya, Muhammad Herindra membawa agenda yang tidak hanya berkaitan dengan prestasi atlet, tetapi juga pengembangan industri e-sports nasional. Ia menyebut kepemimpinan di PB ESI sebagai amanah strategis.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu mengatakan, pengembangan e-sports perlu mencakup talenta lokal, developer gim, penyelenggara kompetisi, content creator hingga platform streaming.
"Ini merupakan amanah strategis bangsa, bukan sekadar tugas memajukan olahraga. Talenta lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain kunci di pasar global,” kata Herinda.
Eks Danjen Kopassus yang Beralih ke E-sports
Sebelum masuk ke dunia e-sports, Muhammad Herindra memiliki perjalanan karier panjang di militer. Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 30 November 1964 dan merupakan lulusan Akademi Militer 1987.
Muhammad Herindra merupakan lulusan terbaik di angkatannya dan memperoleh penghargaan Adhi Makayasa serta Tri Sakti Wiratama. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil), kariernya banyak berlangsung di lingkungan infanteri dan Korps Pasukan Khusus (Kopassus).
Di Kopassus, Muhammad Herindra pernah menjabat sebagai Komandan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor)-81. Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah posisi komando dan staf, termasuk Komandan Resimen Sandiyudha, Komandan Korem 101/Antasari, Wakil Komandan Jenderal Kopassus hingga Komandan Jenderal Kopassus.
Pada 2015–2016, Herindra dipercaya menjadi Danjen Kopassus. Setelah itu, ia menjabat Panglima Kodam III/Siliwangi pada 2016–2017.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di Mabes TNI. Ia pernah menjadi Perwira Staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional, Inspektur Jenderal TNI, hingga Kepala Staf Umum TNI pada 2020.
Setelah berkarier di lingkungan militer, Muhammad Herindra masuk ke pemerintahan. Pada Desember 2020, ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan.
Ia menjalankan jabatan tersebut hingga Oktober 2024. Setelah itu, Muhammad Herindra ditunjuk menjadi Kepala BIN. DPR menyetujui pencalonannya sebagai Kepala BIN setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada Oktober 2024.
Muhammad Herindra Memulai Era Baru PB ESI
Latar belakang tersebut membuat posisi Muhammad Herindra di PB ESI menjadi bagian baru dari perjalanan kariernya. Kali ini di bidang olahraga dan industri digital.
Sebagai ketua baru, Herindra langsung menghadapi agenda besar. Salah satunya, persiapan tim esports Indonesia menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Sebelum pengukuhan kepengurusan baru, Muhammad Herindra telah meninjau pemusatan latihan nasional tim esports Indonesia pada 10 September 2026. Saat itu ia menyampaikan target Indonesia untuk meraih sedikitnya satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu dari delapan gim yang diikuti.
Delapan gim tersebut adalah Mobile Legends, Honor of Kings, Identity V, Naraka BladePoint, Pokemon Unite, e-Football, Grand Turismo 7, dan PUBG Mobile. Muhammad Herindra menyebut e-football sebagai salah satu nomor yang diharapkan dapat menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.
Namun, agenda Muhammad Herindra di PB ESI tidak berhenti pada prestasi kompetitif. Dalam pernyataan setelah pengukuhan, ia juga menempatkan pengembangan industri sebagai bagian dari tugas kepengurusannya.
Muhammad Herindra mengatakan PB ESI akan mendorong pengembangan developer gim lokal, penyelenggara kompetisi, content creator, dan platform streaming. Hal ini sekaligus memperkuat regulasi dan standardisasi untuk membangun ekosistem esports yang profesional, aman, dan berkelanjutan.