Modal hingga Trik AI: Cara Grab-OVO Bekali UMKM Cirebon Atasi Persaingan Digital

Grab
Sesi diskusi bersama Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri (kiri); Sekretaris Daerah Kota Cirebon Dr. Iing Daiman, S.IP, M.Si (tengah); dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya (kanan) pada acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (1/10).
2/10/2026, 13.39 WIB

Grab dan OVO memperluas program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata untuk Masa Depan) #BeraniDigital ke Cirebon, Jawa Barat. Melalui program ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat pelatihan pemanfaatan akal imitasi (AI), platform digital, pengelolaan keuangan, hingga akses pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha.

Cirebon menjadi kota ke-18 yang disambangi program itu. Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pemerintah Kota Cirebon. Peresmian program berlangsung di Kantor Wali Kota Cirebon pada Kamis (1/10).

Dalam pelatihan tersebut, pelaku UMKM dibekali keterampilan menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas produk, menjangkau pelanggan, dan menyesuaikan usaha dengan perubahan perilaku konsumen.

AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Pelaku usaha, antara lain, belajar memanfaatkan AI untuk menyusun deskripsi produk, mencari ide konten promosi, merangkum masukan pelanggan, hingga menyiapkan perencanaan kerja sederhana.

Selain pemanfaatan teknologi, peserta memperoleh pelatihan pengelolaan keuangan serta pemahaman mengenai pilihan akses pendanaan digital melalui GrabModal by OVO Finansial. Pembekalan ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM mengelola dan mengembangkan bisnisnya.

Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri mengatakan digitalisasi kini menjadi keharusan bagi pelaku usaha. Karena itu, UMKM perlu memperoleh dukungan agar dapat berkembang dalam ekosistem digital.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah kebutuhan, tetapi sudah menjadi keharusan. Karena itu, upaya Grab membantu Mitra GrabMerchant dan Mitra Pengemudi menjadi bagian dari ekosistem digital merupakan langkah nyata untuk mendorong UMKM terus berkembang,” kata Hasby dalam peresmian program, Kamis (1/10).

Hasby mengapresiasi program Kota Masa Depan #BeraniDigital yang dinilai membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kapasitas usaha. Namun, ia menekankan pentingnya dialog dan komunikasi terbuka agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah.

Potensi UMKM Cirebon

Cirebon memiliki potensi pengembangan UMKM karena posisinya sebagai kota niaga di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) Jawa dan bagian dari kawasan Metropolitan Rebana.

Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat 5.353 UMKM di wilayah tersebut. Sementara itu, sektor perdagangan dan jasa berkontribusi 27,31% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan pengembangan ekonomi daerah perlu memperhatikan keterhubungan Cirebon dengan wilayah lain di kawasan metropolitan, termasuk Indramayu, Kuningan, dan Majalengka.

Menurut Iing, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Grab dan OVO, dapat memperluas jangkauan pelaku UMKM sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah.

“Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka. Karena itu, kami ingin Cirebon menjadi bagian yang turut menggerakkan perekonomian kawasan, termasuk dengan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM,” ujar Iing.

Ia berharap Cirebon dapat terus menjadi penggerak UMKM dan sektor usaha lainnya sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Grab dan OVO Perluas Digitalisasi UMKM

Direktur Grab Indonesia Richard Aditya mengatakan perluasan program Kota Masa Depan #BeraniDigital ke Cirebon merupakan bagian dari komitmen Grab dan OVO untuk mendekatkan akses teknologi dan pengembangan kapasitas kepada pelaku usaha di berbagai daerah.

Menurut Richard, setiap kota memiliki karakter dan potensi usaha yang berbeda. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis pelaku UMKM, mulai dari menjangkau pelanggan, meningkatkan produktivitas, hingga mengelola usaha.

“Melalui Kota Masa Depan #BeraniDigital, kami ingin menghadirkan akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan pembiayaan secara lebih terintegrasi. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan tersebut relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di daerah,” kata Richard.

Program Kota Masa Depan #BeraniDigital sebelumnya telah menjangkau sejumlah kota di Indonesia, termasuk Kudus pada akhir 2025 dan Banjarmasin pada 2026.

Grab menyebut program tersebut telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di kota-kota kecil. Selain itu, inisiatif GrabMart Pasar telah membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi.

Dari sisi pembiayaan, sejak 2021 lebih dari 445.000 mitra UMKM dan mitra pengemudi disebut telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp 6 triliun melalui GrabModal by OVO Finansial.

Melalui program ini, Grab dan OVO berupaya memperluas akses pelaku UMKM terhadap teknologi, pengetahuan, serta pembiayaan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas peluang bisnis di tengah perubahan ekosistem digital.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah